Khutbah Jumat: Hari Santri, Cinta Negri
Hari Santri, Cinta Negri
اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي جَعَلَ الْإِيمَانَ نُورًا لِلْقُلُوبِ، وَالْعِلْمَ سَبِيلًا لِلْهُدَى، وَالْعَمَلَ الصَّالِحَ طَرِيقًا لِنَيْلِ الْمَطْلُوبِ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ, وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ عَبْدِكَ وَنَبِيِّكَ وَرَسُوْلِكَ النَّبِيِّ الْأُمِّيِّ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا بِقَدْرِ عَظَمَةِ ذَاتِكَ فِيْ كُلِّ وَقْتٍ وَحِيْنٍ. أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللَّهِ، أُوصِيكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُونَ
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah
Marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah Swt. dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Sebab, takwa adalah bekal terbaik dalam perjalanan hidup kita, baik di dunia maupun di akhirat.
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah
Setiap tanggal 22 Oktober, bangsa Indonesia memperingati Hari Santri Nasional. Tanggal ini berkaitan dengan Resolusi Jihad yang diserukan oleh Hadratussyekh KH. Hasyim Asy’ari pada 22 Oktober 1945. Seruan tersebut membangkitkan semangat para santri dan umat Islam untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Dari sejarah ini, kita belajar bahwa para ulama dan santri tidak hanya berjuang untuk agama, tetapi juga ikut berjuang untuk negeri. Mereka mengajarkan bahwa cinta agama dan cinta tanah air dapat berjalan bersama.
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah
Allah Swt. berfirman dalam Surah Al-Ma’idah ayat 2:
وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَىٰ
“Dan tolong-menolonglah kamu dalam mengerjakan kebajikan dan takwa.”
Ayat ini mengajarkan kepada kita agar saling membantu dalam kebaikan. Kita harus menjaga persaudaraan, menghormati perbedaan, dan tidak mudah bermusuhan.
Cinta negeri bukan hanya diucapkan dengan kata-kata. Cinta negeri harus dibuktikan dengan perbuatan nyata. Belajar dengan sungguh-sungguh, bekerja dengan jujur, menghormati guru, membantu tetangga, dan menjaga lingkungan adalah bentuk pengabdian kepada bangsa.
Rasulullah saw. bersabda:
مَنْ لَا يَرْحَمُ النَّاسَ لَا يَرْحَمْهُ اللَّهُ
“Barang siapa tidak menyayangi manusia, Allah tidak akan menyayanginya.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Hadis ini mengingatkan kita agar menjadi orang yang membawa kebaikan bagi sesama. Jangan sampai kita mengaku mencintai agama, tetapi suka menyakiti orang lain. Jangan sampai kita mengaku mencintai negeri, tetapi justru merusak persatuan dan kesatuan negeri.
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah
Mari kita ingat kembali sosok KH. Hasyim Asy’ari. Beliau adalah ulama besar, pendiri Nahdlatul Ulama, dan pendiri Pesantren Tebuireng.
Beliau tidak hanya mengajarkan ilmu agama kepada para santri, tetapi juga menanamkan semangat perjuangan. Ketika kemerdekaan Indonesia terancam, beliau menyerukan agar umat Islam ikut mempertahankan kemerdekaan.
Para santri kemudian ikut berjuang sesuai kemampuan mereka. Ada yang berjuang di medan pertempuran, ada yang menguatkan semangat umat, dan ada pula yang terus mendidik masyarakat.
Dari kisah ini, kita belajar bahwa ilmu harus membawa manfaat. Orang berilmu hendaknya membantu masyarakat, orang kuat hendaknya melindungi yang lemah, dan orang yang memiliki kemampuan hendaknya menggunakannya untuk kebaikan.
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah
Mari kita jadikan Hari Santri sebagai pengingat untuk memperbaiki diri. Jadilah anak yang menghormati orang tua, murid yang menghormati guru, warga yang menjaga kerukunan, dan umat Islam yang membawa kedamaian.
Tidak harus menjadi pejabat untuk mengabdi kepada negeri. Tidak harus menjadi orang kaya untuk membantu sesama. Mulailah dari hal kecil yang bisa kita lakukan asal bermanfaat untuk sesama.
Semoga kita menjadi generasi yang kuat imannya, luas ilmunya, baik akhlaknya, serta bermanfaat bagi agama dan Bangsa Indonesia.
بَارَكَ اللَّهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيمِ. أَقُولُ قَوْلِي هَذَا, فَاسْتَغْفِرُوهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ
~ الخطبة الثانية ~
اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي هَدَانَا لِهَذَا وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِيَ لَوْلَا أَنْ هَدَانَا اللَّهُ. اَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ, وَاَشْهَدُ اَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اللّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَاَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا. امَّا بَعْدُ: فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ, اِتَّقُوا اللهَ فِيْمَا اَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى، وَاعْلَمُوْا اَنَّ اللهَ اَمَرَكُمْ بِاَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ, وَثَـنَى بِمَلآئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ, وَقَالَ تَعاَلَى: اِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى, يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرَسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ, وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ, اَبِى بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلِى, وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ, وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ، يَا قَاضِيَ الْحَاجَاتِ
اللَّهُمَّ انْفَعْنَا بِمَا عَلَّمْتَنَا، وَعَلِّمْنَا مَا يَنْفَعُنَا، وَزِدْنَا عِلْمًا وَأَدَبًا وَإِيمَانًا
اللَّهُمَّ زَيِّنَّا بِزِينَةِ الْعِلْمِ وَالْأَخْلَاقِ، وَاجْعَلْنَا مِنَ الصَّالِحِينَ الْمُصْلِحِينَ، وَاجْعَلْ عِلْمَنَا نَافِعًا، وَعَمَلَنَا صَالِحًا، وَقُلُوبَنَا خَاشِعَةً لَكَ
اللَّهُمَّ احْفَظْ بِلَادَنَا إِنْدُونِيسِيَا، وَأَدِمْ عَلَيْهَا الْأَمْنَ وَالسَّلَامَ وَالِازْدِهَارَ، وَاجْعَلْهَا بَلَدًا آمِنًا مُطْمَئِنًّا، وَوَفِّقْ قَادَتَنَا لِمَا فِيهِ خَيْرُ الْعِبَادِ وَالْبِلَادِ
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ. عِبَادَ اللَّهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُنَا بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَالْمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرْ
