Lailatul Ijtima di Kutim Expo, Ketua PCNU: Tidak Hanya Bersholawat, tetapi Juga Mengaji

SANGATTA – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kutai Timur menghadirkan kegiatan Lailatul Ijtima dalam rangkaian Kutim Expo 2026 di kawasan Alun-Alun Bukit Pelangi, Sangatta, Jumat (16/10/2026) malam. Ribuan masyarakat mengikuti rangkaian doa, sholawat, dan kajian keagamaan yang sekaligus menjadi bagian dari peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kabupaten Kutai Timur.

Ketua PCNU Kutai Timur, Dr. Sismanto, M.Pd., dalam sambutannya menjelaskan bahwa Lailatul Ijtima merupakan program rutin bulanan PCNU Kutai Timur yang menjadi ruang silaturahmi, penguatan spiritual, dan pembinaan keagamaan bagi warga Nahdlatul Ulama.

Ia mengungkapkan, pelaksanaan Lailatul Ijtima di panggung Kutim Expo bermula dari komunikasi panitia Expo yang menghubunginya sekitar satu minggu sebelum kegiatan berlangsung. Saat itu, panitia menawarkan kesempatan kepada PCNU Kutai Timur untuk mengisi agenda malam religi.

Menanggapi tawaran tersebut, Sismanto mengusulkan agar malam religi dikemas dalam bentuk kegiatan bersholawat yang dipadukan dengan program Lailatul Ijtima. Dengan demikian, kegiatan tidak sekadar menghadirkan lantunan sholawat dan doa bersama, tetapi juga memberikan ruang bagi masyarakat untuk memperoleh ilmu agama melalui pengajian.

“Jadi, tidak hanya berdoa dan bersholawat, tetapi juga ada ngajinya,” ujar Sismanto dalam sambutannya.

Menurutnya, perpaduan antara doa, sholawat, dan kajian keagamaan menjadi bagian penting dari tradisi Lailatul Ijtima. Melalui kegiatan tersebut, masyarakat tidak hanya diajak mendekatkan diri kepada Allah SWT, tetapi juga memperoleh pengetahuan dan nasihat keagamaan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan ini menghadirkan Majelis Sholawat Al Alawi, pembacaan istighotsah, serta kajian kebangsaan yang disampaikan Ustaz M. Hamdan Asyrofi. Rangkaian acara tersebut menjadi sarana mempererat hubungan antara ulama, pemerintah daerah, dan masyarakat melalui tradisi keagamaan yang telah lama berkembang di lingkungan Nahdlatul Ulama.

Sementara itu, Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman, yang hadir bersama istrinya, Siti Robiah, mengajak masyarakat menjadikan sholawat sebagai amalan sehari-hari. Menurutnya, bersholawat kepada Nabi Muhammad SAW merupakan bentuk kecintaan dan kepatuhan kepada Allah SWT sekaligus ikhtiar memperoleh rahmat serta keberkahan dalam kehidupan.

“Sebagaimana disampaikan dalam hadis Nabi Muhammad SAW, bahwa siapa yang bersholawat satu kali kepada Rasulullah akan mendapatkan balasan sepuluh kali selawat dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala,” ujar Ardiansyah, sebagaimana diberitakan melalui laman resmi Pemerintah Kabupaten Kutai Timur.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga mengajak masyarakat memperbanyak zikir, sholawat, dan doa di tengah kondisi kemarau serta kebakaran hutan dan lahan yang melanda sejumlah wilayah Kutai Timur. Ia berharap hujan segera turun untuk membantu mengatasi kekeringan dan meredakan kebakaran tanpa menimbulkan bencana baru.

Ardiansyah berharap kegiatan keagamaan seperti Kutim Bersholawat tidak hanya menjadi pelengkap perayaan hari jadi daerah, tetapi juga memperkuat persatuan, ketenteraman, dan kebersamaan masyarakat.

Kegiatan Lailatul Ijtima tersebut turut dihadiri Ketua DPRD Kutai Timur Jimmi, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), perangkat daerah, tokoh agama, pengurus NU, serta masyarakat dari berbagai wilayah.

Melalui kolaborasi dengan Kutim Expo, PCNU Kutai Timur berharap Lailatul Ijtima semakin dikenal masyarakat sebagai majelis yang memadukan kekuatan doa, kecintaan kepada Rasulullah SAW, dan tradisi menuntut ilmu. Kegiatan ini sekaligus menunjukkan bahwa syiar keagamaan dapat berjalan beriringan dengan agenda pembangunan dan perayaan daerah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *