Jangan Mengintip Aib Orang, Sibuklah Memperbaiki Diri
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي سَتَرَ الْعُيُوبَ، وَغَفَرَ الذُّنُوبَ، وَعَلِمَ خَفَايَا الْقُلُوبِ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ, وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ عَبْدِكَ وَنَبِيِّكَ وَرَسُوْلِكَ النَّبِيِّ الْأُمِّيِّ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا بِقَدْرِ عَظَمَةِ ذَاتِكَ فِيْ كُلِّ وَقْتٍ وَحِيْنٍ. أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُونَ، اِتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah
Marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT dengan menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Karena dengan bekal takwa kita akan mudah menggapai ridho-Nya Allah.
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah
Belakangan ini kita banyak mendengar berita tentang dugaan penyadapan terhadap Presiden, persoalan rahasia komunikasi, dan berbagai informasi yang ramai dibicarakan masyarakat.
Peristiwa ini mengingatkan kita bahwa ada sesuatu yang sangat berharga dalam kehidupan manusia, yaitu kehormatan, privasi, dan rahasia.
Dalam kehidupan sehari-hari, terkadang kita terlalu sibuk ingin mengetahui urusan orang lain. Kita ingin tahu percakapan orang lain, rahasia keluarga orang lain, bahkan kesalahan dan kekurangan orang lain.
Padahal, Islam mengajarkan agar kita tidak sibuk mencari-cari kesalahan dan rahasia sesama manusia.
Allah SWT berfirman:
وَلَا تَجَسَّسُوا وَلَا يَغْتَبْ بَعْضُكُمْ بَعْضًا
“Dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain, dan janganlah ada di antara kamu yang menggunjing sebagian yang lain.” (QS. Al-Hujurat: 12)
Ayat ini merupakan peringatan bagi kita semua. Jangan suka mencari-cari kesalahan orang lain. Jangan membuka rahasia yang seharusnya dijaga. Jangan pula menyebarkan sesuatu yang belum jelas kebenarannya.
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah
Ada kisah menarik pada zaman Rasulullah SAW.
Suatu ketika, ada seorang laki-laki mengintip kamar Rasulullah SAW melalui sebuah lubang. Saat itu Rasulullah sedang memegang sisir besi untuk menggaruk kepala beliau.
Melihat perbuatan tersebut, Rasulullah SAW bersabda:
لَوْ عَلِمْتُ أَنَّكَ تَنْظُرُ لَطَعَنْتُ بِهَا فِي عَيْنِكَ، إِنَّمَا جُعِلَ الِاسْتِئْذَانُ مِنْ أَجْلِ الْبَصَرِ
“Seandainya aku tahu bahwa engkau sedang mengintip, niscaya aku akan menusuk matamu dengannya. Sesungguhnya disyariatkannya meminta izin itu adalah karena pandangan.” (HR. Bukhari)
Hadis ini mengajarkan kepada kita bahwa Islam sangat menghormati privasi dan kehormatan seseorang.
Jika melihat ke dalam rumah orang lain saja tidak boleh tanpa izin, apalagi mencari-cari rahasia, mengintip percakapan, dan membuka aib sesama manusia.
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah
Ada tiga pelajaran yang bisa kita ambil dari persoalan yang sedang ramai dibicarakan ini.
Pertama, jagalah rahasia dan kehormatan orang lain. Jangan menyebarkan percakapan pribadi, foto, atau informasi yang seharusnya menjadi rahasia.
Kedua, jangan mudah percaya dan menyebarkan berita. Di zaman sekarang, satu berita bisa tersebar ke mana-mana hanya dalam hitungan detik. Padahal, belum tentu berita itu benar. Jangan sampai jari-jari kita menjadi sebab tersebarnya fitnah dan permusuhan.
Ketiga, jangan sibuk mencari kesalahan orang lain. Kita sering mengetahui kekurangan orang lain, tetapi lupa melihat kekurangan diri sendiri.
Kita pandai menilai kesalahan orang lain, tetapi terkadang sulit mengakui kesalahan sendiri.
Jangan sampai kita begitu sibuk membicarakan kesalahan orang lain, sampai lupa memperbaiki kesalahan diri sendiri.
Mari kita jaga lisan, jaga jari-jari kita, dan jaga hati kita.
Semoga Allah menjadikan kita hamba-hamba yang mampu menjaga kehormatan sesama manusia dan sibuk memperbaiki diri sendiri.
بَارَكَ اللَّهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيمِ. أَقُولُ قَوْلِي هَذَا, فَاسْتَغْفِرُوهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ
~ الخطبة الثانية ~
اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي هَدَانَا لِهَذَا وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِيَ لَوْلَا أَنْ هَدَانَا اللَّهُ. اَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ, وَاَشْهَدُ اَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اللّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَاَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا. امَّا بَعْدُ: فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ, اِتَّقُوا اللهَ فِيْمَا اَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى، وَاعْلَمُوْا اَنَّ اللهَ اَمَرَكُمْ بِاَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ, وَثَـنَى بِمَلآئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ, وَقَالَ تَعاَلَى: اِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى, يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرَسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ, وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ, اَبِى بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلِى, وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ, وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ، يَا قَاضِيَ الْحَاجَاتِ
اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتَنِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا إِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عامَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ
اللَّهُمَّ اسْتُرْ عَوْرَاتِنَا، وَآمِنْ رَوْعَاتِنَا، وَاغْفِرْ ذُنُوبَنَا
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
عِبَادَ اللَّهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُنَا بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَالْمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرْ
Tinggalkan Balasan