Khutbah Jumat: Pulang Ke Rumah Membawa Senyum
Pulang Ke Rumah Membawa Senyum
اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ هَدَانَا لِهَذَا وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِيَ لَوْلَا أَنْ هَدَانَا اللَّهُ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ, وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ عَبْدِكَ وَنَبِيِّكَ وَرَسُوْلِكَ النَّبِيِّ الْأُمِّيِّ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا بِقَدْرِ عَظَمَةِ ذَاتِكَ فِيْ كُلِّ وَقْتٍ وَحِيْنٍ. أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللَّهِ، أُوصِيكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُونَ
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah
Marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah SWT. Takwa dalam arti yang sebenar-benarnya; menjalankan segala perintah-Nya dan sekuat tenaga menjauhi larangan-Nya, baik di saat kita berada di keramaian, maupun saat kita sendirian di dalam rumah.
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah
Setiap hari, sebagian besar dari kita keluar rumah untuk menjemput rezeki. Kita menghadapi berbagai persoalan di luar rumah, tuntutan pekerjaan yang menumpuk, atau bahkan kadang mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan dari berbagai pihak, baik teman, rekan kerja maupun atasan.
Namun, mari kita tanyakan pada nurani kita: Kepada siapakah kita paling sering menunjukkan senyum termanis kita? Kepada atasan? Kepada rekan kerja? Kepada teman-teman nongkrong? Bahkan kita mungkin bisa sangat bersabar saat dimarahi atasan, kita bisa menahan emosi saat dikritik teman. Dalam posisi itu kita bahkan bisa menampakkan keramahan yang luar biasa ketika di luar rumah.
Akan tetapi, apa yang terjadi ketika kita pulang? Seringkali, saat tangan memutar gagang pintu rumah, wajah kita berubah menjadi kaku. Sisa-sisa kelelahan, stres, kemarahan, dan berbagai masalah dari luar, kita bawa masuk ke dalam rumah. Istri yang sudah lelah mengurus rumah seharian atau anak yang berlari ingin memeluk ayahnya, justru disambut dengan wajah cemberut, teguran, atau kata-kata yang ketus.
Padahal, Rasulullah SAW telah memberikan standar yang sangat jelas tentang siapa manusia yang paling baik. Beliau bersabda:
خَيْرُكُمْ خَيْرُكُمْ لِأَهْلِهِ وَأَنَا خَيْرُكُمْ لِأَهْلِي
“Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap keluarganya, dan aku adalah yang paling baik di antara kalian terhadap keluargaku.” (HR. Tirmidzi)
Hadits ini menjadi teguran keras bagi kita para suami dan para ayah. Ukuran kebaikan kita di mata Allah dan Rasul-Nya bukanlah seberapa ramah kita di kantor, bukan seberapa dermawan kita di warung kopi, melainkan seberapa lembut, sabar, dan baiknya kita saat berada di dalam rumah bersama anak dan istri kita.
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an Surah An-Nisa ayat 19:
وَعَاشِرُوْهُنَّ بِالْمَعْرُوْفِ ۚ فَاِنْ كَرِهْتُمُوْهُنَّ فَعَسٰٓى اَنْ تَكْرَهُوْا شَيْـًٔا وَّيَجْعَلَ اللّٰهُ فِيْهِ خَيْرًا كَثِيْرًا
“Dan bergaullah dengan mereka (istri-istrimu) secara patut. Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak.”
Ayat ini memerintahkan kita untuk Mu’asyarah bil ma’ruf, bergaul dengan keluarga dengan cara yang patut, yang makruf, yang membahagiakan. Memberikan nafkah materi itu wajib dan bernilai pahala jihad. Namun, nafkah batin bukan sekadar urusan biologis. Nafkah batin adalah memberikan rasa aman, ketenangan, empati, dan senyuman yang ikhlas saat kita memandang wajah anggota keluarga.
Senyum itu sedekah. Jika kita bersedekah senyum kepada orang tak dikenal di jalan, mengapa kita pelit tersenyum kepada wanita yang telah menghabiskan separuh usianya untuk menemani perjuangan kita? Mengapa kita pelit tersenyum pada anak-anak yang di dalam darahnya mengalir doa-doa kita?
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah
Mari kita ubah kebiasaan kita mulai hari ini. Tinggalkan segala beban kerja, kelelahan, dan amarah di luar pagar rumah. Tarik napas panjang sebelum membuka pintu. Masuklah rumah dengan senyuman terbaik.
Ketahuilah, senyum ayah saat pulang ke rumah adalah obat penghilang lelah bagi istri, dan memori paling indah yang akan direkam oleh anak-anak kita hingga mereka dewasa nanti. Rumah yang dipenuhi kasih sayang dan senyuman adalah Baiti Jannati (Rumahku Surgaku) yang sesungguhnya.
Semoga Allah SWT senantiasa melembutkan hati kita, mengaruniakan kita akhlak yang mulia di dalam rumah tangga, dan mengumpulkan kita beserta keluarga kita kelak di surga-Nya. Amin Ya Rabbal ‘Alamin.
بَارَكَ اللَّهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيمِ. أَقُولُ قَوْلِي هَذَا, فَاسْتَغْفِرُوهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ
~ الخطبة الثانية ~
اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي هَدَانَا لِهَذَا وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِيَ لَوْلَا أَنْ هَدَانَا اللَّهُ. اَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ, وَاَشْهَدُ اَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اللّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَاَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا. امَّا بَعْدُ: فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ, اِتَّقُوا اللهَ فِيْمَا اَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى، وَاعْلَمُوْا اَنَّ اللهَ اَمَرَكُمْ بِاَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ, وَثَـنَى بِمَلآئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ, وَقَالَ تَعاَلَى: اِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى, يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرَسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ, وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ, اَبِى بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلِى, وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ, وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ، يَا قَاضِيَ الْحَاجَاتِ
رَبَّنَا اغْفِرْلَنَا ذُنُوْبَنَا وَلِوَالِدِيْنَا وَارْحَمْهُمْ كَمَا رَبَّوْنَا صِغَارًا
رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
عِبَادَ اللَّهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُنَا بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَالْمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرْ
