Khutbah Jumat: Jika Waktu Bisa Terulang
Jika Waktu Bisa Terulang
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَنْعَمَ عَلَيْنَا بِنِعْمَةِ الْإِيمَانِ وَالْإِسْلَامِ، وَأَكْرَمَنَا بِنِعْمَةِ الْأَعْمَارِ وَالْأَيَّامِ، وَأَقْسَمَ بِالزَّمَانِ لِيُوقِظَ الْقُلُوبَ مِنَ الْغَفْلَةِ وَالْمَنَامِ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ, وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لَا نَبِيَّ بَعْدَهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ عَبْدِكَ وَنَبِيِّكَ وَرَسُوْلِكَ النَّبِيِّ الْأُمِّيِّ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا بِقَدْرِ عَظَمَةِ ذَاتِكَ فِيْ كُلِّ وَقْتٍ وَحِيْنٍ. أَمَّا بَعْدُ، فَيَااَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، اِتَّقُوْااللهَ حَقَّ تُقَاتِه وَلاَتَمُوْتُنَّ اِلاَّ وَأَنـْتُمْ مُسْلِمُوْنَ
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah
Marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah Swt. dengan menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Karena sesungguhnya hidup yang kita jalani ini adalah perjalanan waktu. Hari demi hari berlalu, usia bertambah, sementara kesempatan hidup semakin berkurang.
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah
Ada sebuah pertanyaan sederhana, tetapi mungkin cukup dalam untuk kita renungkan hari ini: “Jika waktu bisa terulang, hal apa yang pertama kali akan kita lakukan?”
Mungkin kita pernah berandai-andai, seandainya waktu bisa diputar kembali, kita ingin memperbaiki kesalahan di masa lalu. Kita ingin belajar lebih giat sewaktu muda, kita ingin berbakti lebih baik sebelum orang tua kita tiada, atau kita ingin lebih banyak beribadah sebelum penyakit dan usia senja datang melemahkan fisik ini.
Namun faktanya, waktu adalah satu-satunya makhluk Allah yang bergerak maju dan tidak akan pernah mundur selangkah pun. Waktu yang sudah berlalu, sedetik pun, telah menjadi sejarah yang tak bisa diubah, melainkan hanya bisa dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT.
Penyesalan terbesar manusia bukanlah terjadi di dunia, melainkan kelak ketika nyawa sudah di kerongkongan, atau ketika manusia sudah dibangkitkan di akhirat. Pada saat itu, banyak orang yang memohon kepada Allah agar waktu bisa diulang. Allah SWT merekam penyesalan ini dengan sangat jelas dalam Al-Qur’an, Surah Al-Mu’minun ayat 99-100:
حَتَّىٰ إِذَا جَاءَ أَحَدَهُمُ الْمَوْتُ قَالَ رَبِّ ارْجِعُونِ. لَعَلِّي أَعْمَلُ صَالِحًا فِيمَا تَرَكْتُ ۚ كَلَّا إِنَّهَا كَلِمَةٌ هُوَ قَائِلُهَا ۖ وَمِنْ وَرَائِهِمْ بَرْزَخٌ إِلَىٰ يَوْمِ يُبْعَثُونَ
“Hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata: ‘Ya Tuhanku, kembalikanlah aku (ke dunia), agar aku dapat berbuat amal saleh yang telah aku tinggalkan.’ Sekali-kali tidak! Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkannya saja. Dan di hadapan mereka ada barzakh (batas) sampai hari mereka dibangkitkan.“
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah
Ayat tersebut menjadi peringatan keras bagi kita. Mereka yang sudah meninggal tidak meminta dihidupkan kembali untuk menikmati harta benda, tidak meminta dihidupkan kembali untuk mengejar jabatan yang belum diraih, atau meneruskan proyek duniawi yang tertunda. Mereka memohon agar waktu diulang untuk satu tujuan saja: beramal saleh. Namun, Allah menjawab dengan tegas: Kalla! Sekali-kali tidak! Waktu tidak akan pernah kembali.
Oleh karena itu, Rasulullah Saw senantiasa mengingatkan umatnya agar tidak tertipu oleh waktu luang.
Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Al-Hakim, dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah Saw bersabda:
اغْتَنِمْ خَمْسًا قَبْلَ خَمْسٍ: شَبَابَكَ قَبْلَ هَرَمِكَ، وَصِحَّتَكَ قَبْلَ سَقَمِكَ، وَغِنَاءَكَ قَبْلَ فَقْرِكَ، وَفَرَاغَكَ قَبْلَ شُغْلِكَ، وَحَيَاتَكَ قَبْلَ مَوْتِكَ
“Manfaatkanlah lima perkara sebelum datang lima perkara: masa mudamu sebelum masa tuamu, masa sehatmu sebelum masa sakitmu, masa kayamu sebelum masa miskinmu, masa luangmu sebelum masa sibukmu, dan masa hidupmu sebelum datang kematianmu.” (HR. Al-Hakim)
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah
Hari ini kita masih bernapas. Kita masih memiliki kesempatan sujud di masjid ini. Ini adalah bukti bahwa Allah masih memberikan kita waktu. Allah belum menutup usia kita. Jangan tunggu besok untuk bertaubat.
Waktu luang yang kita miliki sekarang, kesehatan yang kita rasakan detik ini, adalah modal utama kita menuju akhirat. Jika waktu tidak bisa terulang, maka pastikan detik yang sedang berjalan ini dan detik-detik ke depan kita gunakan sebaik-baiknya untuk meraih ridha Allah SWT.
Semoga Allah SWT mengkaruniakan kepada kita kepekaan hati untuk menghargai waktu, menjauhkan kita dari kelalaian, dan menjadikan akhir hidup kita husnul khatimah. Aamiin yaa Rabbal ‘aalamiin.
بَارَكَ اللَّهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيمِ. أَقُولُ قَوْلِي هَذَا, فَاسْتَغْفِرُوهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ
~ الخطبة الثانية ~
اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي هَدَانَا لِهَذَا وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِيَ لَوْلَا أَنْ هَدَانَا اللَّهُ. اَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ, وَاَشْهَدُ اَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اللّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَاَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا. امَّا بَعْدُ: فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ, اِتَّقُوا اللهَ فِيْمَا اَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى، وَاعْلَمُوْا اَنَّ اللهَ اَمَرَكُمْ بِاَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ, وَثَـنَى بِمَلآئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ, وَقَالَ تَعاَلَى: اِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى, يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرَسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ, وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ, اَبِى بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلِى, وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ, وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، وَالْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيعٌ قَرِيبٌ مُجِيبُ الدَّعَوَاتِ
اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي أَعْمَارِنَا، وَبَارِكْ لَنَا فِي أَوْقَاتِنَا، وَاجْعَلْ أَيَّامَنَا زِيَادَةً لَنَا فِي كُلِّ خَيْرٍ
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَنَا مَا مَضَى مِنْ ذُنُوبِنَا، وَأَصْلِحْ لَنَا مَا بَقِيَ مِنْ أَعْمَارِنَا
اللَّهُمَّ أَصْلِحْ قُلُوبَنَا، وَأَصْلِحْ أَعْمَالَنَا، وَأَصْلِحْ أَهْلَنَا وَأَوْلَادَنَا
اللَّهُمَّ اجْعَلْ خَيْرَ أَعْمَارِنَا آخِرَهَا، وَخَيْرَ أَعْمَالِنَا خَوَاتِمَهَا، وَخَيْرَ أَيَّامِنَا يَوْمَ نَلْقَاكَ
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
عِبَادَ اللَّهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُنَا بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَالْمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرْ
