Khutbah Jumat: Menjaga Bumi, Menjaga Amanah Allah - PCNU Kutai Timur
  • Website Resmi PCNU Kutai Timur | Berita • Kajian Kitab • Khutbah Jumat • Kegiatan Lembaga & Banom |
Rabu, 16 September 2026

Khutbah Jumat: Menjaga Bumi, Menjaga Amanah Allah

Khutbah Jumat: Menjaga Bumi, Menjaga Amanah Allah
Bagikan

Menjaga Bumi, Menjaga Amanah Allah


اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ خَلَقَ الْأَرْضَ وَالسَّمَاوَاتِ، وَجَعَلَ فِي الْأَرْضِ نِعَمًا وَآيَاتٍ، وَنَهَانَا عَنِ الْفَسَادِ وَالْإِفْسَادِ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ, وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لَا نَبِيَّ بَعْدَهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ عَبْدِكَ وَنَبِيِّكَ وَرَسُوْلِكَ النَّبِيِّ الْأُمِّيِّ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا بِقَدْرِ عَظَمَةِ ذَاتِكَ فِيْ كُلِّ وَقْتٍ وَحِيْنٍ. أَمَّا بَعْدُ، فَيَااَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، اِتَّقُوْااللهَ حَقَّ تُقَاتِه وَلاَتَمُوْتُنَّ اِلاَّ وَأَنـْتُمْ مُسْلِمُوْنَ

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah

Marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah Swt. dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Semoga dengan ketakwaan tersebut mempermudah kita mendapatkan ridho Allah Swt.

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah

Beberapa hari ini, kita kembali diingatkan oleh keadaan alam di sekitar kita. Hutan terbakar, udara dipenuhi asap, langit yang biasanya cerah berubah menjadi kelabu. Napas terasa berat. Mata terasa perih. Anak-anak dan orang tua harus lebih berhati-hati. Aktivitas masyarakat pun ikut terganggu.

Ketika melihat semua itu, mungkin kita bertanya, “Mengapa ini terjadi?” Tetapi ada pertanyaan yang lebih penting untuk kita renungkan: “Apa yang harus kita perbaiki?”

Sebab seorang mukmin tidak hanya sibuk mencari siapa yang harus disalahkan. Seorang mukmin juga berani melihat ke dalam dirinya sendiri.

Allah Swt berfirman dalam Q.S. Ar Rum ayat 41:

ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُمْ بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ

Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan oleh perbuatan tangan manusia; Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari akibat perbuatan mereka, agar mereka kembali ke jalan yang benar.”

Ayat ini memberikan peringatan moral yang sangat dalam: kerusakan dapat muncul karena perbuatan manusia, dan ketika kerusakan itu terjadi, manusia diperintahkan untuk kembali dan memperbaiki diri.

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah

Rasulullah Saw juga mengajarkan sebuah kaidah yang sangat pendek, tetapi sangat luas maknanya:

لَا ضَرَرَ وَلَا ضِرَارَ

Tidak boleh membahayakan diri sendiri dan tidak boleh membahayakan orang lain.”

Kalau asap membuat orang lain sesak, kalau pembakaran membuat lingkungan rusak, kalau tindakan kita menimbulkan bahaya bagi banyak orang, maka Islam mengajarkan agar kita tidak menjadi sumber mudarat dan itulah bagian dari akhlak seorang Muslim.

Menjaga lingkungan bukan sekadar urusan pemerintah, petugas pemadam kebakaran, perusahaan atau masyarakat tertentu. Ini adalah tugas kita bersama. Sebab bumi ini bukan milik kita sepenuhnya, karena kita hanya dititipi. Kita datang ke dunia tanpa membawa sebatang pohon pun. Tetapi kita menikmati pohon yang ditanam orang sebelum kita. Kita menikmati udara yang Allah berikan. Kita menikmati air yang mengalir. Kita menikmati tanah yang subur.

Lalu pertanyaannya: Apa yang akan kita wariskan kepada anak cucu kita, Kalau semuanya sudah rusak?

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah

Diriwayatkan dalam Sunan Abi Dawud, Rasulullah Saw pernah melihat sebuah sarang semut yang terbakar. Para sahabat ternyata membakarnya. Rasulullah Saw kemudian bertanya:

مَنْ حَرَّقَ هَذِهِ؟

Siapakah yang membakar ini?

Ketika para sahabat menjawab bahwa mereka yang membakarnya, Rasulullah Saw bersabda:

إِنَّهُ لَا يَنْبَغِي أَنْ يُعَذِّبَ بِالنَّارِ إِلَّا رَبُّ النَّارِ

Sesungguhnya tidak layak menyiksa dengan api kecuali Tuhan yang menciptakan api.

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah

Kita mungkin tidak mampu memadamkan api di tengah hutan. Kita mungkin tidak mampu menghentikan semua asap. Kita mungkin bukan termasuk orang yang membuat kebijakan.

Tetapi satu hal, bahwasannya kita akan selalu mampu memulai dari diri sendiri, membawa satu kesadaran, yaitu menjaga bumi adalah bagian dari amanah yang Allah berikan kepada kita dan semoga kita semua mampu memikulnya.

بَارَكَ اللَّهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيمِ. أَقُولُ قَوْلِي هَذَا, فَاسْتَغْفِرُوهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

~ الخطبة الثانية ~

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي هَدَانَا لِهَذَا وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِيَ لَوْلَا أَنْ هَدَانَا اللَّهُ. اَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ, وَاَشْهَدُ اَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اللّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَاَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا. امَّا بَعْدُ: فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ, اِتَّقُوا اللهَ فِيْمَا اَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى، وَاعْلَمُوْا اَنَّ اللهَ اَمَرَكُمْ بِاَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ, وَثَـنَى بِمَلآئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ, وَقَالَ تَعاَلَى: اِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى, يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرَسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ, وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ, اَبِى بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلِى, وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ, وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، وَالْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيعٌ قَرِيبٌ مُجِيبُ الدَّعَوَاتِ

اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لَنَا ذُنُوْبَنَا، وَتُبْ عَلَيْنَا تَوْبَةً نَصُوْحًا

اَللّٰهُمَّ احْفَظْ بِلَادَنَا وَأَهْلَنَا، وَاحْفَظْ غَابَاتِنَا وَأَرْضَنَا وَمِيَاهَنَا وَهَوَاءَنَا

اَللّٰهُمَّ اكْشِفْ عَنَّا الْبَلَاءَ، وَادْفَعْ عَنَّا الضَّرَرَ، وَارْفَعْ عَنَّا الْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالْبَلَاءَ. اَللّٰهُمَّ أَنْزِلْ عَلَيْنَا غَيْثًا نَافِعًا مُبَارَكًا، وَاجْعَلْهُ رَحْمَةً لَنَا وَلَا تَجْعَلْهُ عَذَابًا عَلَيْنَا. اَللّٰهُمَّ اجْعَلْنَا عِبَادًا رَحِيْمِيْنَ، أُمَنَاءَ، مُصْلِحِيْنَ، وَلَا تَجْعَلْنَا مِنَ الْمُفْسِدِيْنَ

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

عِبَادَ اللَّهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُنَا بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَالْمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرْ

SebelumnyaKhutbah Jumat: Semua Ada Waktunya
Tidak ada komentar

Tulis komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PCNU Kutai Timur
Jl. AW. Syahranie Sangatta
Luas Tanah16.000 m2
Status LokasiMILIK NU