Khutbah Jumat: Menjaga Amanah di Tengah Godaan Zaman - PCNU Kutai Timur
  • Website Resmi PCNU Kutai Timur | Berita • Kajian Kitab • Khutbah Jumat • Kegiatan Lembaga & Banom |
Rabu, 29 Juli 2026

Khutbah Jumat: Menjaga Amanah di Tengah Godaan Zaman

Khutbah Jumat: Menjaga Amanah di Tengah Godaan Zaman
Bagikan

Menjaga Amanah di Tengah Godaan Zaman


الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَمَرَ بِالْأَمَانَةِ وَنَهَى عَنِ الْخِيَانَةِ، وَجَعَلَ الصِّدْقَ سَبِيلَ النَّجَاةِ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ عَبْدِكَ وَنَبِيِّكَ وَرَسُوْلِكَ النَّبِيِّ الْأُمِّيِّ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا بِقَدْرِ عَظَمَةِ ذَاتِكَ فِيْ كُلِّ وَقْتٍ وَحِيْنٍ. أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُونَ، أُوصِيكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ، فَإِنَّ التَّقْوَى رَأْسُ السَّعَادَةِ، وَالْأَمَانَةُ عُنْوَانُ الْإِيمَانِ، وَالْخِيَانَةُ سَبَبُ الْخُسْرَانِ

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah

Marilah kita tingkatkan ketakwaan kepada Allah Swt dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Ketakwaan bukan hanya tampak pada banyaknya ibadah yang kita kerjakan, tetapi juga tercermin dari sejauh mana kita menjaga amanah yang Allah titipkan kepada kita. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَنْ تُؤَدُّوا الْأَمَانَاتِ إِلَىٰ أَهْلِهَا

“Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanah kepada yang berhak menerimanya.” (QS. An-Nisa: 58)

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah

Amanah adalah fondasi tegaknya kehidupan. Ketika amanah dijaga, keluarga menjadi harmonis, masyarakat menjadi tenteram, dan negara menjadi kuat. Sebaliknya, ketika amanah dikhianati, kerusakan akan menjalar ke mana-mana.

لَا إِيمَانَ لِمَنْ لَا أَمَانَةَ لَهُ، وَلَا دِينَ لِمَنْ لَا عَهْدَ لَهُ

“Tidak sempurna iman seseorang yang tidak memiliki sifat amanah, dan tidak sempurna agama orang yang tidak menepati janji.” (HR. Ahmad)

Hadis ini mengajarkan bahwa amanah bukan sekadar akhlak yang baik, tetapi bagian dari kesempurnaan iman.

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah

Hari-hari ini kita sering mendengar berita tentang korupsi, penyalahgunaan jabatan, dan penyalahgunaan kepercayaan. Hampir setiap waktu muncul kasus baru. Akibatnya bukan hanya kerugian negara, tetapi juga hilangnya kepercayaan masyarakat. Namun jangan sampai kita hanya menyalahkan orang lain. Khutbah ini juga mengajak kita bercermin kepada diri sendiri.

Korupsi besar memang merugikan negara. Akan tetapi, pengkhianatan kecil juga harus kita hindari. Datang terlambat tetapi tetap mengaku hadir tepat waktu, menggunakan fasilitas kantor untuk kepentingan pribadi, mengurangi jam kerja, tidak jujur dalam berdagang, atau mengabaikan tugas yang menjadi tanggung jawab kita, semuanya adalah bentuk tidak menjaga amanah.

Bila setiap orang menjaga amanah yang kecil, insya Allah amanah yang besar pun akan terjaga.

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah

Para ulama salaf telah memberikan teladan yang luar biasa dalam menjaga amanah. Di antaranya adalah Imam Abu Hanifah rahimahullah. Beliau adalah seorang pedagang kain yang sangat sukses.

Suatu hari, beliau hendak menjual sehelai pakaian. Pada pakaian itu terdapat sedikit cacat. Beliau pun berkata kepada pegawainya,

“Jika ada pembeli, jangan lupa sampaikan bahwa pada pakaian ini ada cacat.”

Namun tanpa sengaja, pegawainya menjual pakaian tersebut tanpa menjelaskan cacatnya. Ketika Imam Abu Hanifah mengetahui hal itu, beliau berusaha mencari pembelinya, tetapi tidak berhasil menemukannya.

Apa yang beliau lakukan?

Beliau tidak berkata, “Itu kesalahan pegawaiku.”

Beliau juga tidak berkata, “Yang penting barangnya sudah terjual.”

Justru beliau menyedekahkan seluruh hasil penjualan pakaian tersebut. Beliau khawatir ada harta yang tidak halal karena pembeli tidak mengetahui cacat barang yang dibelinya.

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah

Inilah contoh amanah yang lahir dari rasa takut kepada Allah. Imam Abu Hanifah tidak menunggu ada orang yang menegur. Tidak ada polisi, tidak ada hakim, dan tidak ada yang memaksanya. Tetapi keyakinannya kepada Allah membuat beliau memilih meninggalkan keuntungan daripada memakan harta yang syubhat.

Bandingkan dengan keadaan kita hari ini. Betapa mudahnya sebagian orang menyembunyikan kekurangan barang dagangannya, mengurangi timbangan, memanipulasi laporan, atau memanfaatkan jabatan demi keuntungan pribadi. Padahal setiap rupiah yang diperoleh dengan cara yang tidak benar akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah

Setiap kita memiliki amanah. Orang tua memiliki amanah mendidik anak. Guru memiliki amanah mengajar dengan ikhlas. Pedagang memiliki amanah berlaku jujur. Pegawai memiliki amanah bekerja dengan sungguh-sungguh. Pemimpin memiliki amanah berlaku adil.

Maka marilah kita menjadikan bulan Safar ini sebagai saat untuk memperbaiki diri. Jangan menunggu menjadi pemimpin besar untuk belajar amanah. Mulailah dari hal-hal kecil, karena dari situlah Allah menilai kejujuran seorang hamba.

Semoga Allah menjadikan kita hamba-hamba yang jujur, dapat dipercaya, dan istiqamah menjaga amanah hingga akhir hayat.

بَارَكَ اللَّهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيمِ. أَقُولُ قَوْلِي هَذَا, فَاسْتَغْفِرُوهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

~ الخطبة الثانية ~

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الََّذِي هَدَانَا لِهَذَا وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِيَ لَوْلَا أَنْ هَدَانَا اللَّهُ. اَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ, وَاَشْهَدُ اَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اللّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَاَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا. امَّا بَعْدُ: فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ, اِتَّقُوا اللهَ فِيْمَا اَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى، وَاعْلَمُوْا اَنَّ اللهَ اَمَرَكُمْ بِاَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ, وَثَـنَى بِمَلآئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ, وَقَالَ تَعاَلَى: اِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى, يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرَسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ, وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ, اَبِى بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلِى, وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ, وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ, لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ, وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ, اَلْاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ. اَللَّهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ, وَاْلوَبَاءَ, وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ, وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ, مَاظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ, عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً, وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً, يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ

اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا مِنْ أَهْلِ الصِّدْقِ وَالْأَمَانَةِ، وَجَنِّبْنَا الْخِيَانَةَ، وَأَعِنَّا عَلَى أَدَاءِ الْأَمَانَاتِ كَمَا تُحِبُّ وَتَرْضَى. اللَّهُمَّ أَصْلِحْ وُلَاةَ أُمُورِنَا، وَوَفِّقْهُمْ لِلْعَدْلِ وَالْأَمَانَةِ، وَاحْفَظْ بِلَادَنَا إِنْدُونِيسِيَا آمِنَةً مُطْمَئِنَّةً، وَاصْرِفْ عَنْهَا الْفِتَنَ وَالْفَسَادَ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

عِبَادَ اللَّهِ، إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ. فَاذْكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ

SebelumnyaKhutbah Jumat: Jangan Menunda Taubat
Tidak ada komentar

Tulis komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PCNU Kutai Timur
Jl. AW. Syahranie Sangatta
Luas Tanah16.000 m2
Status LokasiMILIK NU