Khutbah Jumat: Jangan Menunda Taubat
Jangan Menunda Taubat
أَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي فَتَحَ لِعِبَادِهِ بَابَ التَّوْبَةِ وَالْإِنَابَةِ، وَدَعَاهُمْ إِلَى الرَّحْمَةِ وَالْإِجَابَةِ، وَوَعَدَ التَّائِبِينَ بِالْمَغْفِرَةِ وَالْكَرَامَةِ، وَجَعَلَ التَّقْوَى خَيْرَ الزَّادِ لِيَوْمِ الْقِيَامَةِ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ عَبْدِكَ وَنَبِيِّكَ وَرَسُوْلِكَ النَّبِيِّ الْأُمِّيِّ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا بِقَدْرِ عَظَمَةِ ذَاتِكَ فِيْ كُلِّ وَقْتٍ وَحِيْنٍ. أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْمُؤْمِنُونَ، أُوصِيكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ، فَإِنَّ التَّقْوَى خَيْرُ زَادٍ لِيَوْمِ الْمَعَادِ، وَسَبَبُ النَّجَاةِ يَوْمَ التَّنَادِ
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah
Marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah Swt dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Ketakwaan bukan hanya bekal menuju akhirat, tetapi juga cahaya yang menerangi kehidupan kita di dunia.
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah
Di antara kesalahan terbesar manusia bukanlah karena pernah berbuat dosa, tetapi karena menunda taubat. Banyak orang berkata, “Nanti kalau sudah tua saya akan bertaubat.” Padahal tidak ada seorang pun yang mengetahui apakah ia masih diberi kesempatan hidup hingga esok hari.
Allah Ta’ala berfirman:
وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَا الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
“Bertaubatlah kalian semua kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman, agar kalian beruntung.” (QS. An-Nur: 31)
Perhatikanlah, Allah memanggil “orang-orang yang beriman”, bukan hanya orang yang banyak berdosa. Ini menunjukkan bahwa setiap mukmin membutuhkan taubat, karena tidak ada manusia yang luput dari kesalahan. Bahkan Rasulullah yang telah dijamin dosanya diampuni, tetap bersabda:
يَا أَيُّهَا النَّاسُ، تُوبُوا إِلَى اللَّهِ، فَإِنِّي أَتُوبُ إِلَيْهِ فِي الْيَوْمِ أَكْثَرَ مِنْ سَبْعِينَ مَرَّةً
“Wahai manusia, bertaubatlah kepada Allah. Sungguh aku bertaubat kepada-Nya lebih dari tujuh puluh kali dalam sehari.” (HR. Al-Bukhari)
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah
Ada sebuah kisah yang sangat menggetarkan dari Imam Fudhail bin ‘Iyadh rahimahullah. Sebelum menjadi ulama besar, beliau dikenal sebagai seorang perampok.
Suatu malam, ketika hendak merampok sebuah rumah, beliau mendengar seseorang membaca firman Allah:
أَلَمْ يَأْنِ لِلَّذِينَ آمَنُوا أَنْ تَخْشَعَ قُلُوبُهُمْ لِذِكْرِ اللَّهِ
“Belum tibakah waktunya bagi orang-orang yang beriman untuk tunduk hati mereka mengingat Allah” (QS. Al-Hadid: 16)
Ayat itu menusuk hatinya. Beliau menangis, lalu berkata,
بَلَى يَا رَبِّ، قَدْ آنَ
“Benar, wahai Tuhanku. Kini waktunya telah tiba.”
Malam itu juga beliau meninggalkan maksiat, mengembalikan hak-hak manusia semampunya, memperbanyak ibadah, menuntut ilmu, hingga akhirnya dikenal sebagai seorang ulama besar yang zuhud, ahli ibadah, dan menjadi guru bagi banyak ulama sesudahnya.
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah
Yang mengubah hidup Fudhail bukanlah bertambahnya usia, bukan pula datangnya kesempatan yang lebih baik. Yang mengubah hidupnya adalah keputusan untuk tidak lagi menunda taubat. Karena bisa jadi yang kita miliki hanyalah hari ini.
Imam Hasan Al-Bashri rahimahullah pernah berpesan:
إِيَّاكَ وَالتَّسْوِيفَ، فَإِنَّكَ بِيَوْمِكَ وَلَسْتَ بِغَدِكَ
“Jauhilah kebiasaan menunda-nunda, karena sesungguhnya engkau hanya memiliki hari ini, bukan hari esok.”
Setan tidak selalu mengajak manusia meninggalkan ibadah. Kadang ia hanya membisikkan satu kalimat:
“Besok saja.”
Kalimat itulah yang membuat banyak orang meninggal dunia sebelum sempat bertaubat.
Karena itu, marilah kita kembali kepada Allah hari ini, sebelum penyesalan tidak lagi berguna.
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah
Pintu taubat masih terbuka selama ruh belum sampai di tenggorokan dan matahari belum terbit dari arah barat.
Rasulullah saw bersabda:
إِنَّ اللَّهَ يَبْسُطُ يَدَهُ بِاللَّيْلِ لِيَتُوبَ مُسِيءُ النَّهَارِ، وَيَبْسُطُ يَدَهُ بِالنَّهَارِ لِيَتُوبَ مُسِيءُ اللَّيْلِ
“Allah membentangkan tangan-Nya pada malam hari agar orang yang berbuat dosa di siang hari bertaubat, dan membentangkan tangan-Nya pada siang hari agar orang yang berbuat dosa di malam hari bertaubat.” (HR. Muslim)
Maka jangan pulang dari masjid ini hanya membawa ilmu. Pulanglah dengan tekad untuk memperbaiki salat, memperbanyak istighfar, menjaga lisan, menunaikan amanah, meminta maaf kepada sesama, dan meninggalkan maksiat yang selama ini masih kita lakukan.
Semoga Allah menerima taubat kita, menghapus dosa-dosa kita, dan mengakhiri kehidupan kita nantinya dengan husnul khatimah. Aamiin
بَارَكَ اللَّهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيمِ. أَقُولُ قَوْلِي هَذَا, فَاسْتَغْفِرُوهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ
~ الخطبة الثانية ~
اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الََّذِي هَدَانَا لِهَذَا وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِيَ لَوْلَا أَنْ هَدَانَا اللَّهُ. اَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ, وَاَشْهَدُ اَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اللّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَاَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا. امَّا بَعْدُ: فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ, اِتَّقُوا اللهَ فِيْمَا اَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى، وَاعْلَمُوْا اَنَّ اللهَ اَمَرَكُمْ بِاَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ, وَثَـنَى بِمَلآئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ, وَقَالَ تَعاَلَى: اِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى, يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرَسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ, وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ, اَبِى بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلِى, وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ, وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ, لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ, وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ, اَلْاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ. اَللَّهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ, وَاْلوَبَاءَ, وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ, وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ, مَاظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ, عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً, وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً, يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ
اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ تَوْبَةً نَصُوحًا، وَقَلْبًا خَاشِعًا، وَلِسَانًا ذَاكِرًا، وَعَمَلًا مُتَقَبَّلًا. اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا، دِقَّهَا وَجِلَّهَا، أَوَّلَهَا وَآخِرَهَا، سِرَّهَا وَعَلَانِيَتَهَا. اللَّهُمَّ لَا تَجْعَلْنَا مِنَ الْغَافِلِينَ، وَلَا مِنَ الْمُؤَخِّرِينَ لِلتَّوْبَةِ، وَاجْعَلْ خَيْرَ أَعْمَالِنَا خَوَاتِيمَهَا، وَخَيْرَ أَيَّامِنَا يَوْمَ نَلْقَاكَ، وَاخْتِمْ لَنَا بِالْحُسْنَى. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
عِبَادَ اللَّهِ، إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ. فَاذْكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ
