Ramadhan Telah Pergi, Istiqamah Jangan Berhenti - PCNU Kutai Timur
  • Website Resmi PCNU Kutai Timur | Berita • Kajian Kitab • Khutbah Jumat • Kegiatan Lembaga & Banom |
Kamis, 14 Mei 2026

Ramadhan Telah Pergi, Istiqamah Jangan Berhenti

Ramadhan Telah Pergi, Istiqamah Jangan Berhenti
Bagikan

Ramadhan Telah Pergi, Istiqamah Jangan Berhenti

اَلْحَمْدُ للهِ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ رَسُوْلِ اللهِ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ وَالَاهُ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ, وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ عَبْدِكَ وَنَبِيِّكَ وَرَسُوْلِكَ النَّبِيِّ الْأُمِّيِّ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا بِقَدْرِ عَظَمَةِ ذَاتِكَ فِيْ كُلِّ وَقْتٍ وَحِيْنٍ. أَمَّا بَعْدُ، فَيَااَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، اِتَّقُوْااللهَ حَقَّ تُقَاتِه وَلاَتَمُوْتُنَّ اِلاَّ وَأَنْـتُمْ مُسْلِمُوْنَ

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah

Marilah kita tingkatkan ketakwaan kepada Allah Swt. dengan sebenar-benar takwa, dengan menjalankan semua perintah Allah dan berusaha menjauhi apa yang telah dilarang-Nya.

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah

Kita telah meninggalkan bulan Ramadhan, bulan penuh rahmat, ampunan, dan pembebasan dari api neraka. Namun pertanyaannya: apakah ibadah kita berhenti setelah Ramadhan berlalu?

Sesungguhnya orang yang benar-benar sukses di bulan Ramadhan adalah mereka yang melanjutkan kebaikan di bulan Syawal dan seterusnya.

Allah berfirman dalam Al-Qur’an:

وَاعْبُدْ رَبَّكَ حَتّىٰ يَأْتِيَكَ الْيَقِينُ

Dan sembahlah Tuhanmu sampai datang kepadamu kematian.” (QS. Al-Hijr: 99)

Ayat ini mengajarkan bahwa ibadah tidak mengenal musim. Ramadhan memang telah pergi, tetapi Rabb-nya Ramadhan tetap hidup dan tidak pernah pergi.

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah

Salah satu tanda diterimanya amal di bulan Ramadhan adalah bertambahnya ketaatan setelahnya. Para ulama mengatakan:

مِنْ ثَوَابِ الْحَسَنَةِ الْحَسَنَةُ بَعْدَهَا

Balasan suatu kebaikan adalah kebaikan setelahnya.

Maka jika setelah Ramadhan kita tetap menjaga shalat berjamaah, membaca Al-Qur’an, bersedekah, dan menjauhi maksiat, itu adalah tanda bahwa Ramadhan kita diterima.

Sebaliknya, jika setelah Ramadhan kita kembali kepada kemaksiatan, lalai dari ibadah, maka hendaknya kita khawatir.

Rasulullah Saw bersabda dalam hadits riwayat Sahih Muslim:

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ

Barang siapa berpuasa Ramadhan, kemudian diikuti enam hari di bulan Syawal, maka seperti berpuasa sepanjang tahun.

Ini menunjukkan bahwa Syawal adalah bulan lanjutan ibadah, bukan bulan kembali bermalas-malasan.

Para ulama menjelaskan, mengapa puasa 6 hari di bulan Syawal seperti puasa setahun? Karena satu kebaikan dibalas sepuluh kali lipat. Ramadhan 30 hari bernilai 300 hari, ditambah 6 hari Syawal bernilai 60 hari, maka genap 360 hari, seperti setahun penuh.

Puasa Syawal juga menjadi bukti keistiqamahan. Karena orang yang benar-benar mencintai ibadah, ia tidak akan berhenti ketika Ramadhan pergi.

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah

Dikisahkan, setelah berlalunya bulan Ramadhan, seorang ulama yang bernama Hasan al-Basri justru terlihat bersedih dan menangis setelah Ramadhan berlalu.

Ketika ditanya, “Wahai Hasan, bukankah Ramadhan telah berlalu dengan penuh ibadah? Mengapa engkau justru menangis?

Beliau menjawab dengan penuh makna:

Sesungguhnya Allah menjadikan Ramadhan sebagai ajang perlombaan bagi hamba-hamba-Nya dalam ketaatan. Maka ada yang menang, dan ada yang kalah. Orang yang menang akan bergembira, dan orang yang kalah akan bersedih. Maka sangat mengherankan, jika orang yang tidak tahu apakah ia termasuk pemenang atau pecundang, justru tertawa di hari setelah Ramadhan.”

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah

Ramadhan telah pergi, namun jangan sampai ketaatan ikut pergi bersamanya. Jangan kita hancurkan amal yang sudah kita bangun di bulan Ramadhan. Karena sesungguhnya, Allah tidak menilai siapa yang paling banyak beramal,
tetapi siapa yang paling istiqamah dalam amalnya.

Maka perbaiki diri kita, lanjutkan ibadah kita, dan mohonlah kepada Allah agar menerima semua amal yang telah kita lakukan.

 بارَكَ اللَّهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيمِ. أَقُولُ قَوْلِي هَذَا, فَاسْتَغْفِرُوهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

~ الخطبة الثانية ~

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الََّذِي هَدَانَا لِهَذَا وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِيَ لَوْلَا أَنْ هَدَانَا اللَّهُ. اَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ, وَاَشْهَدُ اَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اللّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَاَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا. امَّا بَعْدُ: فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ, اِتَّقُوا اللهَ فِيْمَا اَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى، وَاعْلَمُوْا اَنَّ اللهَ اَمَرَكُمْ بِاَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ, وَثَـنَى بِمَلآئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ, وَقَالَ تَعاَلَى: اِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى, يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرَسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ, وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ, اَبِى بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلِى, وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ, وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ, لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ, وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ, اَلْاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ. اَللَّهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ, وَاْلوَبَاءَ, وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ, وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ, مَاظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ, عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً, وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً, يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ

اللَّهُمَّ تَقَبَّلْ مِنَّا صِيَامَنَا وَقِيَامَنَا, اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا مِنَ الْمُسْتَقِيْمِينَ عَلَى طَاعَتِكَ, اللَّهُمَّ بَلِّغْنَا رَمَضَانَ الْقَادِمَ وَنَحْنُ فِي أَحْسَنِ حَالٍ, اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا كُلَّهَا، دِقَّهَا وَجِلَّهَا، أَوَّلَهَا وَآخِرَهَا. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. عِبَادَاللهِ, اِنَّ اللهَ يَأْمُرُنَا بِاْلعَدْلِ وَاْلاِحْسَانِ, وَإِيْتآءِ ذِى اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ, وَاْلبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ, وَاذْكُرُوااللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ, وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ, وَلَذِكْرُ اللهِ اَكْبَرْ

SebelumnyaTiga Penghalang Ampunan di Hari RayaSesudahnyaKeutamaan Saling Memaafkan
Tidak ada komentar

Tulis komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PCNU Kutai Timur
Jl. AW. Syahranie Sangatta
Luas Tanah16.000 m2
Status LokasiMILIK NU