Tiga Penghalang Ampunan di Hari Raya - PCNU Kutai Timur
  • Website Resmi PCNU Kutai Timur | Berita • Kajian Kitab • Khutbah Jumat • Kegiatan Lembaga & Banom |
Rabu, 29 April 2026

Tiga Penghalang Ampunan di Hari Raya

Tiga Penghalang Ampunan di Hari Raya
Bagikan

Tiga Penghalang Ampunan di Hari Raya

(x3)اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ

اَللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ لِلّهِ كَثِيْرًا، وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلًا. لَاإِلهَ إِلَّااللهُ وَحْدَهُ، صَدَقَ وَعْدَهُ، وَنَصَرَ عَبْدَهُ، وَأَعَزَّ جُنْدَهُ، وَهَزَمَ الْأَحْزَابَ وَحْدَهُ. لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَاللهُ اَكْبَرْ، اللهُ اَكْبَرْ وَ للهِ اْلحَمْدُ

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي هَدَانَا لِهَذَا وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِيَ لَوْلَا أَنْ هَدَانَا اللَّهُ. أَشْهَدُ أَن لاَّ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَه,ُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا محَُمَّدٍ وَعَلى آلِه وَأصْحَابِه أجْمَعِيْن

فَيَآ أَيُّهَا النَّاسُ، اِتَّقُوا اللهَ حَقَّ تَقْوَاهُ, كَمَا قَالَ تَعَالَى: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ. وَاعْلَمُوْا أَنَّ يَوْمَكُمْ هٰذَا يَوْمٌ عَظِيْمٌ، وَعِيْدٌ كَرِيْمٌ، أَحَلَّ اللهُ لَكُمْ فِيْهِ الطَّعَامَ، وَحَرَّمَ عَلَيْكُمْ فِيْهِ الصِّيَامَ، فَهُوَ يَوْمُ تَسْبِيْحٍ وَتَحْمِيْدٍ وَتَهْلِيْلٍ وَتَعْظِيْمٍ، فَسَبِّحُوْا رَبَّكُمْ فِيْهِ وَعَظِّمُوْهُ وَتُوْبُوْا إِلَى اللهِ وَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيمُ

اللهُ أَكْبَرْ، اللهُ أَكْبَرْ، اللهُ أَكْبَرْ، وَللهِ الْحَمْدُ

Jamaah Sholat Idul Fitri Rahimakumullah

Melalui mimbar yang mulia ini, khatib mengajak kepada diri khatib pribadi, keluarga, dan semua jamaah yang hadir pada pelaksanaan shalat Idul Fitri pada pagi hari ini, untuk terus istiqamah dalam menjalankan ibadah dan meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah Swt.

Jamaah Sholat Idul Fitri Rahimakumullah

Pada pagi yang penuh kemuliaan ini kita patut bersyukur kepada Allah Swt. Kita masih diberi umur, kesehatan, dan kekuatan sehingga dapat merayakan hari kemenangan yang penuh kebahagiaan.

Kita bersyukur kepada Allah karena telah dianugerahi kekuatan untuk menuntaskan ibadah puasa dan berbagai ibadah lainnya selama bulan Ramadhan.

اللهُ أَكْبَرْ، اللهُ أَكْبَرْ، اللهُ أَكْبَرْ، وَللهِ الْحَمْدُ

Jamaah Sholat Idul Fitri Rahimakumullah

Namun, Hari ini bukan hanya hari kemenangan, tetapi juga hari penilaian. Hari di mana kita berharap seluruh amal Ramadhan diterima oleh Allah Swt.

Para ulama mengingatkan bahwa ada amal yang tampak besar di mata manusia, tetapi bisa terhalang untuk diterima karena rusaknya hubungan dengan sesama manusia. Oleh karena itu, pada hari raya ini marilah kita renungkan tiga penghalang ampunan di hari raya.

Yang Pertama, tidak diterima sholatnya, puasanya dan zakatnya orang-orang yang durhaka kepada kedua orang tuanya.

Biarpun puasanya baik, tahajudnya setiap malam, tadarusnya berkali-kali khatam, tetapi dia teteskan air mata orang tuanya, dia tega menyakiti hati orang tuanya, demi Allah puasanya tidak ada gunanya, puasanya tidak akan sampai kepada Allah. Karena dia telah durhaka kepada orang tuanya.

Sebagaimana Ibnu ‘Umar pernah menegaskan:

بُكَاءُ الْوَالِدَيْنِ مِنَ الْعُقُوقِ وَالْكَبَائِرِ‏

Tangisan kedua orang tua termasuk kedurhakaan dan dosa besar”.

Dulu pada zaman Nabi Musa a.s. Allah Swt berfirman kepada Nabi Musa, “Wahai Musa, sesungguhnya engkau nabi yang akan masuk surga, nanti akan ada seorang pemuda yang akan menjadi tetanggamu di surga.” Nabi Musa pun bertanya, “Siapakah dia ya Allah?”. Kemudian Allah memberikan alamat pemuda tersebut. Maka Nabi Musa pun penasaran, apa amalan pemuda itu sehingga akan menjadi tetangganya kelak di surga.

Ketika Nabi Musa bertemu dengan pemuda itu, maka Nabi Musa pun kaget luar biasa, ternyata pemuda yang dikatakan ahli surga yang derajat dan kedudukannya sama dengan kedudukan Nabi Musa di surga, pemuda itu memiliki kebiasaan yaitu memelihara dan merawat dua ekor babi.

Dia memandikan babi itu, dia bersihkan, dia gendong, dan dia masukkan ke dalam rumahnya. Lalu Nabi Musa mulai ragu, “Ini mungkin bukan pemuda yang dimaksud oleh Allah, masa pemelihara babi adalah temanku nanti di surga

Lalu Nabi Musa mendatangi pemuda itu dan berkata. “Wahai pemuda, Allah telah mewahyukan kepadaku, bahwa engkau adalah salah satu orang yang akan masuk surga, dan derajatmu nanti akan sama dengan aku ketika di surga, lalu aku melihat kenapa engkau memelihara babi?

Pemuda itu berkata, “Jangan salah wahai nabiyullah, kedua babi ini adalah orang tuaku.” (karena di zaman nabi Musa siapa yang bermaksiat atau berbuat dosa langsung dilaknat atau diazab oleh Allah, bisa menjadi kera, babi, atau batu)

Lalu nabi Musa mengatakan, “Wahai pemuda, berarti sudah jelas orang tuamu adalah pendosa, mereka sudah berbuat dosa dan langsung diazab oleh Allah menjadi babi. Lantas kenapa engkau masih berbakti kepadanya, engkau masih mau memandikannya, engkau masih mau merawatnya?” 

Apa kata pemuda itu? “Wahai Nabi Musa, dosa orang tuaku urusannya dengan Allah, kesalahan orang tuaku urusannya dengan Allah, tapi kebaktianku adalah kewajibanku kepada orang tuaku.” Menangislah Nabi Musa, kemudian Nabi Musa berkata kepada pemuda itu, “Wahai pemuda, inilah yang menyebabkan engkau mulia di sisi Allah.

Jamaah Sholat Idul Fitri Rahimakumullah

Kisah Nabi Musa dan pemuda tersebut adalah sebagai contoh bagi kita, jangan melihat kekhilafan, kekeliruan atau kesalahan orang tua. Pandanglah bahwasannya, kesalahan orang tua urusannya dengan Allah Swt. Kita sebagai anak wajib berbakti kepada kedua orang tua kita. Jangan sampai kita sebagai anak, merasa sudah sukses, merasa sudah berjaya, apalagi ada orang yang sampai kalah dengan istrinya, sampai ia lupa dengan orang tuanya sendiri.

Banyak orang yang sedang di perantauan, mungkin ingin mencium tangan ibu bapaknya tetapi mereka jauh, mereka ada di kampung halaman, mereka ingin menemui mereka tetapi tidak bisa karena berbagai macam hal, maka sesudah sholat id ini selesai hubungilah mereka, telepon mereka, minta ampun lah kepada mereka, mintalah ridho kepada mereka, karena ridho Allah berada dalam ridho mereka.

Bagi yang orang tuanya sudah tidak ada, maka doakan mereka karena doa terbaik untuk orang tuanya yang langsung dari bibir anak-anaknya. Berikan doa terbaik untuk mereka,

Ya Allah ampuni dosa kedua orang tuaku ya Allah…, terimalah amal ibadahnya ya Allah…, lipat gandakan segala amal kebaikannya ya Allah…, lapangkan alam kuburnya, jadikan alam kuburnya menjadi taman surga ya Allah...”

Mari kita perbanyak beristighfar, minta ampun kepada Allah, minta ampun kepada kedua orang tua, mari kita kembali ke orang tua kita, kita wajib berbakti kepadanya, karena sekalipun kita beribadah seumur hidup kita, kalau orang tua kita tidak ridho, tidak ada nilainya ibadah kita.

اللهُ أَكْبَرْ، اللهُ أَكْبَرْ، اللهُ أَكْبَرْ، وَللهِ الْحَمْدُ

Jamaah Sholat Idul Fitri Rahimakumullah

Yang kedua: Tidak akan diterima sholatnya, puasanya dan zakatnya istri-istri yang durhaka terhadap suami-suaminya.

Pada momen idul fitri ini, mari para istri minta maaflah kepada suami. Seorang istri wajib minta maaf duluan kepada suaminya, karena Rasulullah Saw pernah bersabda:

الَّتِي إِذَا آذَتْ أَوْ أُوذِيَتْ جَاءَتْ حَتَّى تَضَعَ يَدَهَا فِي يَدِ زَوْجِهَا فَتَقُولُ: لَا أَذُوقُ غُمْضًا حَتَّى تَرْضَى

Wanita yang apabila ia menyakiti suaminya atau disakiti suaminya, ia datang kepada suaminya dan berkata: Aku tidak akan tidur sampai engkau ridho.

Maka jangan sampai amalan ibadah istri tidak diterima oleh Allah, lantaran selama ini suaminya tidak ridho kepada istrinya. Bisa jadi karena sang istri ketika berucap atau ketika melayani suaminya, ia pernah membuat sakit hati suaminya. Para istri jangan sampai merasa ego, jangan merasa benar sendiri, sehingga tidak mau meminta maaf kepada suaminya, karena wajib bagi istri meminta maaf kepada suaminya.

Dulu Rasulullah Saw pernah menyampaikan kepada Fatimah tentang kisah Ummu Muti’ah, yaitu wanita pertama yang masuk surga.

Wahai Fatimah, wanita yang pertama kali masuk surga setelah ummul mukminin, setelah istri-istri rasulullah dan putri-putri rasulullah, adalah seorang wanita yang bernama Ummu Muti’ah”.

Fatimah pun penasaran kemudian mencari dan mendatangi Ummu Muti’ah. Fatimah bertanya tentang amalan apa yang menyebabkan Ummu Muti’ah bisa menjadi wanita pertama yang masuk surga sesudah ummul mukminin.

Ummu Muti’ah hanya menjawab, bahwa tidak ada amalan yang spesial, semuanya biasa saja, tetapi kata Ummu Mutiah, “Di rumah kami ada cambuk, setiap suami saya pulang maka cambuk itu selalu saya serahkan kepada suami saya, lalu saya bilang, wahai suamiku jika ada ucapanku atau perilaku ku yang pernah menyakiti hatimu hari ini, maka cambuk aku, hukum aku, pukul aku, karena aku tidak mau nanti Allah menyiksaku karena tingkah lakuku yang menyebabkan engkau sakit hati.”

Apa kata Fatimah? “Wahai Ummu Muti’ah, inilah yang menyebabkan engkau menjadi wanita yang mulia, wanita pertama yang akan masuk surga, karena engkau telah taat kepada suamimu dan engkau selalu menjaga keridhoan suamimu.

اللهُ أَكْبَرْ، اللهُ أَكْبَرْ، اللهُ أَكْبَرْ، وَللهِ الْحَمْدُ

Jamaah Sholat Idul Fitri Rahimakumullah

Yang ketiga: tidak akan diterima sholatnya, puasanya dan zakatnya orang-orang yang memutuskan hubungan silaturahmi.

Kewajiban kita di hari nan fitri ini adalah saling maaf memaafkan, sesama muslim jangan sampai ada dendam, iri hati atau dengki, karena Rasulullah berpesan:

اِسْمَحُوا يُسمَحْ لَكُمْ

Berbuat baiklah kalian, saling maaf-maafkanlah kalian, maka Allah juga akan memberikan maaf kepada kalian.

Dalam hadits lain Rasululullah bersabda,

أَفْضَلُ الإِيمَانِ الصَّبْرُ وَالسَّمَاحَةُ

Sebaik-baiknya iman adalah orang yang memiliki sifat sabar dan pemaaf.

Bagaimana caranya? Tentunya saling mengikhlaskan, saling mengucap salam, saling bersalaman ketika bertemu. Sebab rasulullah bersabda:

مَا مِنْ مُسْلِمَيْنِ يَلْتَقِيَانِ فَيَتَصَافَحَانِ إِلَّا غُفِرَ لَهُمَا قَبْلَ أَنْ يَفْتَرِقَ

“Tidaklah dua orang muslim yang bertemu lalu berjabat tangan, melainkan dosa keduanya sudah diampuni sebelum mereka berpisah”

Oleh karena itu, mari kita saling memaafkan, jadikan momen Idul Fitri ini untuk saling ikhlas mengikhlaskan, khususnya para jamaah yang berada di lingkungan masjid ini, agar tidak ada satu pun yang saling dendam, saling iri, saling dengki, agar Allah Swt selalu memberkahi lingkungan ini. Karena salah satu sebab, sebuah tempat atau lingkungan tidak berkah adalah di dalam tempat itu ada orang yang bertikai, orang yang saling benci, saling iri, dan saling dengki.

اللهُ أَكْبَرْ، اللهُ أَكْبَرْ، اللهُ أَكْبَرْ، وَللهِ الْحَمْدُ

Jamaah Sholat Idul Fitri Rahimakumullah

Mari sejenak kita menunduk… Lihatlah ke dalam relung hati kita yang paling dalam. Apakah di balik pakaian indah hari ini, masih ada hati yang berkarat karena benci? Apakah di balik senyum kita, masih ada luka orang tua yang belum kita obati?

Bayangkan… Bayangkan jika hari ini adalah Idul Fitri terakhir kita. Bayangkan jika saat kita pulang nanti, sosok yang seharusnya kita cium tangannya, sosok yang seharusnya kita peluk tubuhnya—yaitu ayah dan ibu kita—telah tiada. Bayangkan jika permohonan maaf kita hanya bisa kita sampaikan di depan batu nisannya.

Maka demi Allah… Jangan biarkan matahari hari raya ini terbenam, sementara orang tua kita masih menyimpan sesak di dada karena durhaka kita. Jangan biarkan Idul Fitri ini berlalu, sementara istri atau suami kita masih menangis dalam diam karena lisan kita yang tajam. Jangan biarkan kemenangan ini semu, karena kita masih memutus tali persaudaraan dengan kerabat kita.

Ketahuilah, kening yang bersujud sebulan penuh di bulan Ramadhan tidak akan ada harganya di mata Allah, jika tangan yang sama masih enggan berjabat tangan dan meminta maaf kepada sesama.

Semoga Allah menerima sholat kita, menerima puasa kita, menerima zakat kita, dan mengampuni dosa kita. Aamiin ya Robbal ‘Aalamiin.

بَارَكَ الله لِي وَلَكُمْ فِي اْلقُرْآنِ اْلعَظِيْمِ وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. وَتَقَبَّلَ مِنِّى وَمِنْكُمْ تِلَا وَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ. وَقُلْ رَبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَاَنْتَ خَيْرُ الرَّاحِمِيْنَ

الخطبة الثانية


اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ, اَللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا وَالحَمْدُ لِلّهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلاً, لاَ إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ, صَدَقَ وَعْدَهُ, وَنَصَرَ عَبْدَهُ, وَأَعَزَّ جُنْدَهُ, وَهَزَمَ الْأَحْزَابَ وَحْدَهُ, لاَ إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَلَا نَعْبُدُ إِلاَّ إِيَّاهُ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ وَلَوْكَرِهَ الْمُشْرِكُوْنَ, وَلَوْكَرِهَ الكَافِرُوْنَ, وَلَوْكَرِهَ الْمُناَفِقُوْنَ. اَلْحَمْدُ لِلّهِ حَمْدًا كَثِيْرًا كَمَا أَمَرَ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ, إِرْغاَماً لِمَنْ جَحَدَ بِهِ وَكَفَرَ. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَناَ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ سَيِّدُ الخَلَآئِقِ وَالبَشَرِ. اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَباَرِكْ عَلىَ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحاَبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلىَ يَوْمِ الْمَحْشَرْ. أَمَّا بَعْدُ: فَيآأَيُّهاَالْحاَضِرُوْنَ. أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. وَاعْلَمُوْآ أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَنَّا بِمَلَآئِكَةِ الْمُسَبِّحَةِ بِقُدْسِهِ. فَقاَلَ تعالى: إِنَّ اللهَ وَمَلَآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيْ يَآأَيُّهاَالَّذِيْنَ آمَنُوْآ صَلُّوْآ عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا

اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ سَيِّدِ الْمُرْسَلِيْنَ، وَعَلَى آَلِهِ وَصَحْبِهِ وَالتَّابِعِيْنَ، وَتَابِعِى التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلِى يَوْمِ الدِّيْنِ، وَارْحَمْنَا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، وَاْلـمُسْلِمِيْنَ وَاْلـمُسْلِمَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ. اَللَّهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلغَلاَءَ وَالْبَلاَءَ وَالْوَبَاءَ وَالْفَحْشَاءَ وَاْلـمُنْكَرَ وَاْلبَغْىَ وَالسُّيُوْفَ اْلـمُخْتَلِفَ وَالشَّدَائِدَ وَالْمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ مِنْ بَلَدِنَا هَذَا خَاصَةً وَمِنْ بُلْدَانِ اْلـمُسْلِمِيْنَ عَامَةً إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْئٍ قَدِيْرٌ

اللَّهُمَّ تَقَبَّلْ مِنَّا صِيَامَنَا وَقِيَامَنَا وَرُكُوعَنَا وَسُجُودَنَا، وَاجْعَلْنَا مِنَ الْعَائِدِينَ الْفَائِزِينَ، وَمِنَ الْمَقْبُولِينَ. اللَّهُمَّ أَعِدْ عَلَيْنَا عِيدَ الْفِطْرِ بِالْخَيْرِ وَالْبَرَكَةِ وَالْمَغْفِرَةِ، وَلَا تَجْعَلْنَا مِنَ الْمَحْرُومِينَ. رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِوَالِدَيْنَا وَارْحَمْهُمَا كَماَ رَبَّيَانَا صِغَارًا.  رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ اَزْوَاجِنَا وَذُرِّيّٰتِنَا قُرَّةَ اَعْيُنٍ وَّاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِيْنَ اِمَامًا. رَبَّنَا آتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. وَاَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ. عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتاَءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَاْلبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ، وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرْ. وَاللهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ

SebelumnyaKemenangan SejatiSesudahnyaRamadhan Telah Pergi, Istiqamah Jangan Berhenti
Tidak ada komentar

Tulis komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Komentar menunggu moderasi admin.

cenforce 500, Kamis 23 Apr 2026

cenforce 500

cenforce 500

Balas

Komentar menunggu moderasi admin.

canada viagra otc, Rabu 22 Apr 2026

canada viagra otc

canada viagra otc

Balas

Komentar menunggu moderasi admin.

vidalista tablet price, Selasa 21 Apr 2026

vidalista tablet price

vidalista tablet price

Balas

Komentar menunggu moderasi admin.

cenforce red, Selasa 21 Apr 2026

cenforce red

cenforce red

Balas

Komentar menunggu moderasi admin.

tadalafil for women, Jumat 27 Mar 2026

tadalafil for women

tadalafil for women

Balas

Komentar menunggu moderasi admin.

hello world, Rabu 25 Mar 2026

hello world

hello world

Balas
PCNU Kutai Timur
Jl. AW. Syahranie Sangatta
Luas Tanah16.000 m2
Status LokasiMILIK NU