Ketua PCNU Kutai Timur Hadiri Erau Adat Pelas Benua 2026, Dukung Pelestarian Budaya

SANGATTA – Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kutai Timur, Dr. Sismanto, M.Pd., menghadiri pembukaan Erau Adat Pelas Benua Kutai Timur 2026 yang berlangsung di Rumah Pore, Jalan Ringroad, Kecamatan Sangatta Utara, Sabtu (10/10/2026). Kegiatan yang mengusung tema “Adat Lestari, Tuah Benua Etam Berjaya” tersebut menjadi momentum memperkuat komitmen bersama dalam menjaga warisan budaya dan kearifan lokal masyarakat Kutai.

Kehadiran Ketua PCNU Kutai Timur merupakan bentuk partisipasi organisasi keagamaan dalam kegiatan adat dan budaya daerah. Perayaan ini juga dihadiri Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura XXI, Aji Muhammad Arifin, Wakil Bupati Kutai Timur Mahyunadi, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta sejumlah tokoh masyarakat.

Melalui unggahan di media sosialnya, Sismanto menyampaikan bahwa dirinya hadir mewakili PCNU Kutai Timur untuk memenuhi undangan pembukaan Erau Adat Pelas Benua. Ia juga menyoroti kehadiran Sultan Kutai Kartanegara yang memberikan pesan tentang nilai-nilai adat dan kepemimpinan.

“Acara ini semakin istimewa dengan kehadiran langsung Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, yang di penghujung acara menyampaikan titah ‘Sabda Pandita Ratu’, sarat pesan tentang keluhuran adat, kearifan, dan kepemimpinan,” tulis Sismanto.

Sementara itu, Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman menegaskan bahwa Erau bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bagian dari upaya masyarakat untuk memahami dan menjaga sejarah serta warisan budaya leluhur.

“Daerah yang kuat bukan hanya daerah yang maju secara ekonomi dan infrastruktur yang megah, tetapi juga daerah yang mampu menjaga identitas, adat istiadat, dan budaya yang harus kita warisi dari para pendahulu kita,” tegas Ardiansyah.

Menurutnya, tema “Adat Lestari, Tuah Benua Etam Berjaya” mengandung pesan agar tradisi terus diwariskan dan dihidupkan oleh generasi penerus. Sementara itu, tuah benua mencerminkan harapan akan keberkahan dan kemakmuran bagi seluruh masyarakat Kutai Timur.

Ketua Panitia Erau Adat Pelas Benua 2026, Trisno, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut berlangsung selama lima hari, mulai 9 hingga 13 Oktober 2026. Selain menjaga kelestarian budaya, kegiatan ini diharapkan dapat memperkenalkan kekayaan tradisi Kutai sekaligus mendukung pengembangan sektor pariwisata daerah.

Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura XXI, Aji Muhammad Arifin, turut menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Kutai Timur atas penyelenggaraan kegiatan tersebut.

“Terima kasih setinggi-tingginya atas pelaksanaan Erau Adat Kutai Pelas Benua di Kutim hari ini, teruslah memuliakan simbol-simbol adat istiadat Kesultanan,” tutur Sultan.

Kehadiran PCNU Kutai Timur dalam perayaan Erau Adat Pelas Benua menjadi bagian dari hubungan antara organisasi keagamaan dan masyarakat adat dalam kehidupan sosial budaya daerah. Melalui kegiatan tersebut, semangat menjaga tradisi, menghormati warisan leluhur, dan memperkuat kebersamaan diharapkan terus tumbuh di tengah perkembangan Kutai Timur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *