Keutamaan Saling Memaafkan - PCNU Kutai Timur
  • Website Resmi PCNU Kutai Timur | Berita • Kajian Kitab • Khutbah Jumat • Kegiatan Lembaga & Banom |
Rabu, 1 April 2026

Keutamaan Saling Memaafkan

Keutamaan Saling Memaafkan
Bagikan

Keutamaan Saling Memaafkan

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ جَعَلَ الْعَفْوَ سِمَةَ الْمُتَّقِيْنَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ سَيِّدِ الْمُرْسَلِيْنَ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، الْمَلِكُ الْحَقُّ الْمُبِينُ. وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ, صَادِقُ الْوَعْدِ الْأَمِيْنِ. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ عَبْدِكَ وَنَبِيِّكَ وَرَسُوْلِكَ النَّبِيِّ الْأُمِّيِّ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا بِقَدْرِ عَظَمَةِ ذَاتِكَ فِيْ كُلِّ وَقْتٍ وَحِيْنٍ. أَمَّا بَعْدُ، فَيَااَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، اِتَّقُوْااللهَ حَقَّ تُقَاتِه وَلاَتَمُوْتُنَّ اِلاَّ وَأَنْـتُمْ مُسْلِمُوْنَ

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah

Marilah kita tingkatkan ketakwaan kepada Allah Swt. dengan sebenar-benar takwa, dengan menjalankan semua perintah Allah dan berusaha menjauhi apa yang telah dilarang-Nya.

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah

Salah satu akhlak mulia yang sangat dianjurkan dalam Islam adalah saling memaafkan. Dalam kehidupan sehari-hari, kita tidak luput dari kesalahan, baik sebagai orang yang menyakiti maupun yang disakiti.

Allah Ta’ala berfirman dalam Al-Qur’an:

وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ ۗ وَاللّٰهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ

“(yaitu) orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain. Allah mencintai orang-orang yang berbuat kebaikan.” (QS. Ali Imran: 134)

Ayat ini menjelaskan bahwa memaafkan bukan hanya sekadar sikap biasa, tetapi merupakan ciri orang bertakwa dan dicintai Allah.

Rasulullah Saw juga bersabda dalam haditsnya:

مَا نَقَصَتْ صَدَقَةٌ مِنْ مَالٍ، وَمَا زَادَ اللَّهُ عَبْدًا بِعَفْوٍ إِلَّا عِزًّا

Tidaklah sedekah mengurangi harta, dan tidaklah seseorang memaafkan kecuali Allah akan menambah kemuliaan baginya.”

Hadits ini mengajarkan sesuatu yang seringkali terbalik dalam cara pandang kita. Kita sering berpikir: Kalau memberi, harta kita berkurang. Kalau memaafkan, harga diri kita jatuh. Namun Rasulullah Saw justru menegaskan sebaliknya. Sedekah tidak mengurangi harta. Memaafkan tidak merendahkan, tapi justru memuliakan.

Seringkali kita merasa berat untuk memaafkan karena ego dan luka hati. Namun Islam mengajarkan bahwa memaafkan justru meninggikan derajat kita, bukan merendahkan.

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah

Dalam kitab Ihya’ Ulumuddin diceritakan:

Ada seorang ulama salaf yang disakiti dan difitnah oleh seseorang. Ketika orang itu datang meminta maaf, sang ulama berkata:

قَدْ عَفَوْتُ عَنْكَ قَبْلَ أَنْ تَأْتِيَنِي، لِأَنِّي لَا أُحِبُّ أَنْ يَبِيتَ قَلْبِي وَفِيهِ حِقْدٌ عَلَى أَحَدٍ.

Aku telah memaafkanmu sebelum engkau datang kepadaku, karena aku tidak suka hatiku bermalam dalam keadaan menyimpan kebencian terhadap siapa pun.

Kisah ini mengajarkan kepada kita betapa bersih dan luasnya hati para ulama salaf, mereka tidak menunggu permintaan maaf, bahkan tidak memberi ruang bagi kebencian untuk tinggal di dalam hati walau hanya semalam.

Bagi mereka, dendam adalah beban yang menggelapkan hati dan menghalangi kedekatan dengan Allah. Karena itu, mereka bersegera memaafkan, bukan demi orang lain semata, tetapi demi menjaga hati tetap jernih di hadapan Allah.

Inilah akhlak yang tinggi: memaafkan sebelum diminta, melupakan sebelum diingatkan, dan mengikhlaskan sebelum diminta balasan, sehingga hati menjadi tenang, hidup menjadi ringan, dan kita termasuk hamba yang dicintai Allah.

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah

Marilah kita jadikan hati kita sebagai tempat yang bersih dari dendam dan kebencian. Ingatlah bahwa kita semua berharap ampunan Allah, maka maafkanlah orang lain agar Allah memaafkan kita.

وَلْيَعْفُوا وَلْيَصْفَحُوا ۗ أَلَا تُحِبُّونَ أَنْ يَغْفِرَ اللّٰهُ لَكُمْ

Hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Tidakkah kamu ingin Allah mengampunimu?”

 بارَكَ اللَّهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيمِ. أَقُولُ قَوْلِي هَذَا, فَاسْتَغْفِرُوهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

~ الخطبة الثانية ~

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الََّذِي هَدَانَا لِهَذَا وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِيَ لَوْلَا أَنْ هَدَانَا اللَّهُ. اَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ, وَاَشْهَدُ اَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اللّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَاَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا. امَّا بَعْدُ: فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ, اِتَّقُوا اللهَ فِيْمَا اَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى، وَاعْلَمُوْا اَنَّ اللهَ اَمَرَكُمْ بِاَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ, وَثَـنَى بِمَلآئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ, وَقَالَ تَعاَلَى: اِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى, يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرَسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ, وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ, اَبِى بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلِى, وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ, وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ, لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ, وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ, اَلْاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ. اَللَّهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ, وَاْلوَبَاءَ, وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ, وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ, مَاظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ, عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً, وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً, يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَنَا ذُنُوْبَنَا، وَطَهِّرْ قُلُوْبَنَا مِنَ الْحِقْدِ وَالْحَسَدِ، وَاجْعَلْنَا مِنَ الْعَافِيْنَ عَنِ النَّاسِ. اللَّهُمَّ أَلِّفْ بَيْنَ قُلُوْبِنَا، وَأَصْلِحْ ذَاتَ بَيْنِنَا، وَاهْدِنَا سُبُلَ السَّلَامِ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. عِبَادَاللهِ, اِنَّ اللهَ يَأْمُرُنَا بِاْلعَدْلِ وَاْلاِحْسَانِ, وَإِيْتآءِ ذِى اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ, وَاْلبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ, وَاذْكُرُوااللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ, وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ, وَلَذِكْرُ اللهِ اَكْبَرْ

SebelumnyaRamadhan Telah Pergi, Istiqamah Jangan Berhenti
Tidak ada komentar

Tulis komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PCNU Kutai Timur
Jl. AW. Syahranie Sangatta
Luas Tanah16.000 m2
Status LokasiMILIK NU