Khutbah Jumat: Menutup Bulan Muharram dengan Taubat dan Istiqamah
Menutup Bulan Muharram dengan Taubat dan Istiqamah
اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي جَعَلَ تَعَاقُبَ الْأَيَّامِ وَالشُّهُورِ عِبْرَةً لِأُولِي الْأَبْصَارِ، وَخَصَّ مُحَرَّمًا بِالْفَضْلِ وَالْوَقَارِ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ عَبْدِكَ وَنَبِيِّكَ وَرَسُوْلِكَ النَّبِيِّ الْأُمِّيِّ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا بِقَدْرِ عَظَمَةِ ذَاتِكَ فِيْ كُلِّ وَقْتٍ وَحِيْنٍ. أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللَّهِ، أُوصِيكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُونَ
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah
Marilah kita tingkatkan ketakwaan kepada Allah Swt. dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Ketakwaan bukan hanya tampak dalam ibadah yang banyak, tetapi juga dalam hati yang selalu kembali kepada Allah setiap kali tergelincir dalam dosa.
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah
Bulan Muharram hampir meninggalkan kita. Sebentar lagi kita akan memasuki bulan berikutnya. Pergantian bulan adalah tanda bahwa waktu terus berjalan, sedangkan umur manusia terus berkurang. Allah menjadikan perjalanan waktu bukan sekadar pergantian kalender, tetapi sebagai pelajaran bagi orang-orang yang mau mengambil hikmah.
Muharram adalah salah satu bulan haram. Dinamakan demikian karena Allah memuliakannya. Pada bulan ini umat Islam dianjurkan memperbanyak amal saleh dan semakin menjauhi dosa. Namun, pertanyaannya, apakah kemuliaan Muharram telah membawa perubahan dalam diri kita?
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah
Tema khutbah kita hari ini adalah “Menutup Bulan Muharram dengan Taubat dan Istiqamah.” Mengapa taubat? Karena tidak ada seorang pun di antara kita yang bersih dari dosa. Rasulullah Saw yang telah dijamin dosanya saja masih beristighfar lebih dari tujuh puluh kali dalam sehari. Apalagi kita yang setiap hari tidak luput dari kesalahan.
Allah Swt. Berfirman dalam QS. An-Nur ayat 31:
وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَ الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
“Bertobatlah kalian semua kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman, agar kalian memperoleh keberuntungan.”
Taubat bukan sekadar mengucapkan astaghfirullah. Taubat adalah penyesalan yang lahir dari hati, meninggalkan dosa yang dilakukan, bertekad untuk tidak mengulanginya, dan jika berkaitan dengan hak manusia, maka mengembalikan hak tersebut atau meminta maaf.
Jangan pernah berkata, “Nanti saja bertobat kalau sudah tua.” Sebab tidak ada seorang pun yang tahu apakah ia masih diberi kesempatan hidup hingga esok hari
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah
Setelah taubat, bekal yang harus kita miliki adalah istiqamah. Banyak orang semangat beribadah pada awal Muharram, tetapi semangat itu perlahan memudar. Padahal yang dicintai Allah bukanlah amal yang besar tetapi sesaat, melainkan amal yang terus-menerus meskipun sedikit.
Rasulullah Saw bersabda:
أَحَبُّ الْأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ
“Amal yang paling dicintai Allah adalah yang dilakukan secara terus-menerus meskipun sedikit.” (HR. al-Bukhari dan Muslim).
Istiqamah berarti tetap menjaga salat lima waktu, tetap membaca Al-Qur’an setiap hari, tetap menjaga lisan, tetap jujur dalam pekerjaan, tetap berbakti kepada orang tua, tetap ringan tangan membantu sesama. Jangan sampai semangat ibadah hanya hidup pada bulan-bulan tertentu, lalu padam ketika musim kebaikan berlalu.
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah
Dalam kitab Lathā’if al-Ma’ārif, Imam Ibnu Rajab menjelaskan bahwa orang-orang saleh dahulu selalu menutup amal mereka dengan istighfar.
الِاسْتِغْفَارُ خِتَامُ كُلِّ عَمَلٍ صَالِحٍ
“Istighfar adalah penutup setiap amal saleh.”
Mereka tidak pernah merasa amalnya sudah cukup. Justru mereka khawatir, apakah amal itu diterima oleh Allah atau tidak. Karena itulah, setelah selesai salat kita dianjurkan membaca istighfar. Hal ini mengajarkan bahwa seorang mukmin tidak membanggakan amalnya, tetapi selalu berharap rahmat dan ampunan Allah.
Maka, menjelang berakhirnya bulan Muharram ini, marilah kita menutupnya dengan memperbanyak istighfar, bertaubat dengan sungguh-sungguh, dan bertekad untuk tetap istiqamah dalam ketaatan. Semoga Allah menerima amal ibadah kita dan mengampuni segala kekurangan kita.
بَارَكَ اللَّهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيمِ. أَقُولُ قَوْلِي هَذَا, فَاسْتَغْفِرُوهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ
~ الخطبة الثانية ~
اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الََّذِي هَدَانَا لِهَذَا وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِيَ لَوْلَا أَنْ هَدَانَا اللَّهُ. اَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ, وَاَشْهَدُ اَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اللّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَاَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا. امَّا بَعْدُ: فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ, اِتَّقُوا اللهَ فِيْمَا اَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى، وَاعْلَمُوْا اَنَّ اللهَ اَمَرَكُمْ بِاَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ, وَثَـنَى بِمَلآئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ, وَقَالَ تَعاَلَى: اِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى, يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرَسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ, وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ, اَبِى بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلِى, وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ, وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ, لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ, وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ, اَلْاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ. اَللَّهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ, وَاْلوَبَاءَ, وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ, وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ, مَاظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ, عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً, وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً, يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ
اَللَّهُمَّ يَا تُوَّابُ تُبْ عَلَيْنَا تَوْبَةً نَصُوحًا، وَيَا غَفُورُ اغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا، وَتَقَبَّلْ مِنَّا صَالِحَ أَعْمَالِنَا، وَاخْتِمْ لَنَا شَهْرَ مُحَرَّمٍ بِالْمَغْفِرَةِ وَالرِّضْوَانِ
اَللَّهُمَّ لَا تَجْعَلْ هٰذَا الشَّهْرَ يَنْقَضِي إِلَّا وَقَدْ غَفَرْتَ ذُنُوبَنَا، وَسَتَرْتَ عُيُوبَنَا، وَفَرَّجْتَ هُمُومَنَا، وَأَصْلَحْتَ قُلُوبَنَا، وَرَزَقْتَنَا الِاسْتِقَامَةَ عَلَى طَاعَتِكَ. اَللَّهُمَّ اجْعَلْ خَيْرَ أَعْمَالِنَا خَوَاتِيمَهَا، وَخَيْرَ أَيَّامِنَا يَوْمَ نَلْقَاكَ، وَثَبِّتْنَا عَلَى دِينِكَ، وَلَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا، وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً، إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
عِبَادَ اللَّهِ، إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ. فَاذْكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ
