Khutbah Jumat: Keutamaan Bulan Muharram - PCNU Kutai Timur
  • Website Resmi PCNU Kutai Timur | Berita • Kajian Kitab • Khutbah Jumat • Kegiatan Lembaga & Banom |
Kamis, 18 Juni 2026

Khutbah Jumat: Keutamaan Bulan Muharram

Khutbah Jumat: Keutamaan Bulan Muharram
Bagikan

Keutamaan Bulan Muharram


اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِي جَعَلَ الشُّهُورَ اثْنَيْ عَشَرَ شَهْرًا يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ، وَمِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، الْمَلِكُ الْحَقُّ الْمُبِينُ. وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ, صَادِقُ الْوَعْدِ الْأَمِيْنِ. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ عَبْدِكَ وَنَبِيِّكَ وَرَسُوْلِكَ النَّبِيِّ الْأُمِّيِّ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا بِقَدْرِ عَظَمَةِ ذَاتِكَ فِيْ كُلِّ وَقْتٍ وَحِيْنٍ. أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللَّهِ، أُوصِيكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُونَ

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah

Mari kita bersama-sama senantiasa meningkatkan takwa kita kepada Allah SWT dengan berusaha sekuat tenaga melaksanakan semua perintah-perintah Allah serta berusaha menjauhi larangan-larangan Allah.  Karena pada dasarnya, dengan bekal takwa kita akan mudah menggapai ridhonya Allah.

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah

Saat ini kita memasuki bulan Muharram, bulan pertama dalam kalender Hijriah. Bulan ini memiliki kedudukan yang sangat mulia di sisi Allah. Muharram termasuk salah satu dari empat bulan haram yang disebutkan dalam Al-Qur’an.

إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللّٰهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللّٰهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ۚ ذَٰلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ فَلَا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ

Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah adalah dua belas bulan dalam ketetapan Allah ketika Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram. Itulah agama yang lurus, maka janganlah kamu menzalimi dirimu pada bulan-bulan itu.” (QS. At-Taubah: 36)

Para ulama menjelaskan bahwa empat bulan haram tersebut adalah Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab. Dinamakan bulan haram karena kehormatannya yang besar. Pada bulan-bulan ini dosa menjadi lebih berat, dan amal ketaatan semakin dianjurkan.

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah

Keutamaan pertama bulan Muharram adalah bahwa bulan ini disandarkan langsung kepada Allah. Rasulullah Saw bersabda:

أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللّٰهِ الْمُحَرَّمُ

Puasa yang paling utama setelah puasa Ramadan adalah puasa pada bulan Allah, yaitu Muharram.” (HR. Muslim)

Perhatikanlah, saat Nabi menyebutnya dengan istilah “Syahrullah” atau “bulan Allah”. Penyandaran ini menunjukkan kemuliaan dan keagungan bulan Muharram dibandingkan bulan-bulan lainnya.

Karena itu, kaum muslimin dianjurkan memperbanyak puasa sunnah selama bulan Muharram. Siapa yang tidak mampu berpuasa banyak hari, hendaknya jangan sampai melewatkan puasa pada tanggal 9 dan 10 Muharram atau yang dikenal dengan puasa Tasu’a dan Asyura.

Keutamaan kedua adalah adanya hari Asyura, yaitu tanggal 10 Muharram. Ketika Rasulullah Saw tiba di Madinah, beliau mendapati kaum Yahudi berpuasa pada hari tersebut. Mereka mengatakan bahwa itu adalah hari ketika Allah menyelamatkan Nabi Musa dan kaumnya dari kejaran Fir’aun.

Maka Rasulullah Saw bersabda:

نَحْنُ أَحَقُّ بِمُوسَى مِنْكُمْ

Kami lebih berhak terhadap Musa daripada kalian.

Lalu beliau berpuasa pada hari itu dan memerintahkan para sahabat untuk berpuasa.

Dalam hadis yang lain Rasulullah Saw bersabda:

صِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللّٰهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ

Puasa pada hari Asyura, aku berharap kepada Allah agar menghapus dosa-dosa setahun yang lalu.” (HR. Muslim)

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah

Selain memperbanyak puasa, bulan Muharram juga menjadi momentum untuk melakukan muhasabah. Tahun Hijriah yang baru hendaknya menjadi kesempatan untuk memperbaiki ibadah, memperbanyak taubat, mempererat silaturahim, dan meninggalkan berbagai kemaksiatan yang selama ini masih dilakukan.

Jangan sampai pergantian tahun hanya menjadi perubahan angka dan kalender, sementara amal kita tidak bertambah dan dosa-dosa kita tidak berkurang.

Ingatlah bahwa umur kita terus berkurang. Setiap tahun yang berlalu membawa kita semakin dekat kepada perjumpaan dengan Allah Swt. Maka orang yang beruntung adalah orang yang hari ini lebih baik daripada kemarin dan yang tahun ini lebih baik daripada tahun sebelumnya.

بَارَكَ اللَّهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيمِ. أَقُولُ قَوْلِي هَذَا, فَاسْتَغْفِرُوهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

~ الخطبة الثانية ~

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الََّذِي هَدَانَا لِهَذَا وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِيَ لَوْلَا أَنْ هَدَانَا اللَّهُ. اَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ, وَاَشْهَدُ اَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اللّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَاَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا. امَّا بَعْدُ: فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ, اِتَّقُوا اللهَ فِيْمَا اَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى، وَاعْلَمُوْا اَنَّ اللهَ اَمَرَكُمْ بِاَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ, وَثَـنَى بِمَلآئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ, وَقَالَ تَعاَلَى: اِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى, يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرَسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ, وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ, اَبِى بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلِى, وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ, وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ, لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ, وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ, اَلْاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ. اَللَّهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ, وَاْلوَبَاءَ, وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ, وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ, مَاظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ, عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً, وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً, يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ

اللّٰهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي شَهْرِ الْمُحَرَّمِ، وَوَفِّقْنَا فِيْهِ لِكَثْرَةِ الطَّاعَاتِ، وَجَنِّبْنَا الْمَعَاصِيَ وَالسَّيِّئَاتِ. اللّٰهُمَّ اجْعَلْ هَذَا الْعَامَ عَامَ خَيْرٍ وَبَرَكَةٍ وَهُدًى وَتَوْفِيقٍ لِلْمُسْلِمِيْنَ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. عِبَادَ اللَّهِ، إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ. فَاذْكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ

SebelumnyaKhutbah Jumat: Muhasabah Akhir Tahun 1447 Hijriyah
Tidak ada komentar

Tulis komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PCNU Kutai Timur
Jl. AW. Syahranie Sangatta
Luas Tanah16.000 m2
Status LokasiMILIK NU