Khutbah Jumat: Muhasabah Akhir Tahun 1447 Hijriyah - PCNU Kutai Timur
  • Website Resmi PCNU Kutai Timur | Berita • Kajian Kitab • Khutbah Jumat • Kegiatan Lembaga & Banom |
Rabu, 10 Juni 2026

Khutbah Jumat: Muhasabah Akhir Tahun 1447 Hijriyah

Khutbah Jumat: Muhasabah Akhir Tahun 1447 Hijriyah
Bagikan

MUHASABAH AKHIR TAHUN HIJRIYAH

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَالْعَاقِبَةُ لِلْمُتَّقِينَ، وَلَا عُدْوَانَ إِلَّا عَلَى الظَّالِمِينَ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، الْمَلِكُ الْحَقُّ الْمُبِينُ. وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ, صَادِقُ الْوَعْدِ الْأَمِيْنِ. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ عَبْدِكَ وَنَبِيِّكَ وَرَسُوْلِكَ النَّبِيِّ الْأُمِّيِّ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا بِقَدْرِ عَظَمَةِ ذَاتِكَ فِيْ كُلِّ وَقْتٍ وَحِيْنٍ. أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللَّهِ، أُوصِيكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُونَ

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah

Mari kita bersama-sama senantiasa meningkatkan takwa kita kepada Allah SWT dengan berusaha sekuat tenaga melaksanakan semua perintah-Nya serta menjauhi larangan-larangan-Nya. Karena pada dasarnya, dengan bekal takwa kita akan mudah menggapai ridha dari Allah SWT.

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah

Kita bersyukur kepada Allah yang masih memberi kesempatan kepada kita untuk menapaki hari-hari terakhir bulan Dzulhijjah, penghujung tahun Hijriah. Tanpa terasa satu tahun telah berlalu.

Ada yang dahulu bersama kita kini telah kembali kepada Allah. Ada yang dahulu sehat kini sakit. Ada yang dahulu kuat kini lemah. Semua itu mengingatkan bahwa umur kita terus berkurang dan perjalanan menuju akhirat semakin dekat.

Karena itu, menjelang berakhirnya tahun Hijriah ini, seorang mukmin hendaknya tidak hanya sibuk menghitung keuntungan dunia, tetapi juga menghitung amal yang telah dipersiapkan untuk bertemu Allah.

Allah berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ ۖ

Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap jiwa memperhatikan apa yang telah dipersiapkannya untuk hari esok.”

Ayat ini merupakan perintah yang sangat jelas untuk melakukan muhasabah. Allah memerintahkan setiap jiwa melihat apa yang telah ia kirimkan untuk hari esok, yaitu hari akhirat. Bukan sekadar melihat apa yang telah dikumpulkan di dunia, tetapi apa yang telah dipersiapkan untuk kehidupan setelah kematian.

Maka marilah kita bertanya kepada diri kita masing-masing. Sudahkah salat kita semakin baik selama setahun ini? Sudahkah bacaan Al-Qur’an kita bertambah? Sudahkah dosa-dosa yang dahulu sering kita lakukan berhasil kita tinggalkan? Ataukah tahun ini berlalu tanpa perubahan yang berarti dalam keimanan dan ketakwaan kita?

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah

Rasulullah Saw bersabda:

الْكَيِّسُ مَنْ دَانَ نَفْسَهُ وَعَمِلَ لِمَا بَعْدَ الْمَوْتِ

Orang yang cerdas adalah orang yang mengoreksi dirinya dan beramal untuk kehidupan setelah kematian.

Dalam pandangan Islam, kecerdasan bukan hanya soal ilmu, harta, atau kedudukan. Kecerdasan sejati adalah kemampuan menilai diri sendiri sebelum diadili Allah nanti. Orang yang cerdas selalu bertanya, apakah Allah ridha terhadap hidup yang dijalaninya? Apakah amal yang dilakukan selama ini benar-benar ikhlas karena Allah atau hanya mencari pujian manusia?

Para salaf sangat memperhatikan perkara ini. Diriwayatkan bahwa Umar bin Khattab berkata:

حَاسِبُوا أَنْفُسَكُمْ قَبْلَ أَنْ تُحَاسَبُوا، وَزِنُوا أَعْمَالَكُمْ قَبْلَ أَنْ تُوزَنَ عَلَيْكُمْ

Hisablah diri kalian sebelum kalian dihisab, dan timbanglah amal kalian sebelum amal kalian ditimbang.”

Perkataan ini lahir dari pemahaman yang mendalam tentang kehidupan. Orang yang sering mengoreksi dirinya di dunia akan lebih ringan hisabnya di akhirat. Sebaliknya, orang yang selalu merasa benar dan tidak pernah mengevaluasi dirinya akan terkejut ketika melihat catatan amalnya pada hari kiamat.

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah

Muhasabah bukan hanya mengingat kesalahan, tetapi juga mensyukuri nikmat Allah. Selama setahun ini, berapa banyak nikmat yang telah Allah berikan kepada kita? Nikmat iman, kesehatan, keluarga, rezeki, keamanan, dan kesempatan beribadah. Semua itu adalah karunia yang seharusnya mendorong kita untuk semakin taat kepada-Nya.

Marilah kita menutup tahun ini dengan taubat yang sungguh-sungguh, memperbanyak istighfar, memperbaiki ibadah, dan memperkuat tekad untuk menjadi hamba yang lebih dekat kepada Allah pada tahun yang akan datang.

 بَارَكَ اللَّهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيمِ. أَقُولُ قَوْلِي هَذَا, فَاسْتَغْفِرُوهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

~ الخطبة الثانية ~

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الََّذِي هَدَانَا لِهَذَا وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِيَ لَوْلَا أَنْ هَدَانَا اللَّهُ. اَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ, وَاَشْهَدُ اَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اللّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَاَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا. امَّا بَعْدُ: فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ, اِتَّقُوا اللهَ فِيْمَا اَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى، وَاعْلَمُوْا اَنَّ اللهَ اَمَرَكُمْ بِاَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ, وَثَـنَى بِمَلآئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ, وَقَالَ تَعاَلَى: اِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى, يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرَسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ, وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ, اَبِى بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلِى, وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ, وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ, لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ, وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ, اَلْاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ. اَللَّهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ, وَاْلوَبَاءَ, وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ, وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ, مَاظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ, عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً, وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً, يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا، وَكَفِّرْ عَنَّا سَيِّئَاتِنَا، وَتَوَفَّنَا مَعَ الْأَبْرَارِ. اللَّهُمَّ اجْعَلْ خَيْرَ أَعْمَالِنَا خَوَاتِيمَهَا، وَخَيْرَ أَيَّامِنَا يَوْمَ لِقَائِكَ. اللَّهُمَّ ارْزُقْنَا تَوْبَةً نَصُوحًا قَبْلَ الْمَوْتِ، وَرَاحَةً عِنْدَ الْمَوْتِ، وَمَغْفِرَةً وَرِضْوَانًا بَعْدَ الْمَوْتِ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

عِبَادَ اللَّهِ، إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ. فَاذْكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ

SebelumnyaKhutbah Jumat: Amalan Setara Ibadah Haji
Tidak ada komentar

Tulis komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PCNU Kutai Timur
Jl. AW. Syahranie Sangatta
Luas Tanah16.000 m2
Status LokasiMILIK NU