Khutbah Jumat: Ketika Belum Mampu Berkurban
KETIKA BELUM MAMPU BERKURBAN
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ شَرَعَ لَنَا الأُضْحِيَةَ فِدَاءً وَقُرْبَانًا، وَجَعَلَهَا سُنَّةً مُؤَكَّدَةً لِمَنْ وَجَدَ سَعَةً وَإِمْكَانًا. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ لَا نَبِيَّ بَعْدَهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ عَبْدِكَ وَنَبِيِّكَ وَرَسُوْلِكَ النَّبِيِّ الْأُمِّيِّ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا بِقَدْرِ عَظَمَةِ ذَاتِكَ فِيْ كُلِّ وَقْتٍ وَحِيْنٍ. أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللَّهِ، أُوصِيكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُونَ
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah
Mari kita bersama-sama senantiasa meningkatkan takwa kita kepada Allah SWT dengan berusaha sekuat tenaga melaksanakan semua perintah-Nya serta menjauhi larangan-larangan-Nya. Karena pada dasarnya, dengan bekal takwa kita akan mudah menggapai ridha dari Allah SWT.
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah
Kita masih berada di hari-hari yang agung, yaitu hari-hari tasyrik. Hari-hari yang dipenuhi takbir, dzikir, syukur, dan ibadah kepada Allah Swt. Rasulullah Saw bersabda:
أَيَّامُ التَّشْرِيقِ أَيَّامُ أَكْلٍ وَشُرْبٍ وَذِكْرِ اللَّهِ
“Hari-hari tasyrik adalah hari makan, minum, dan berdzikir kepada Allah.”
Dan pada hari-hari ini pula, syariat qurban masih berlangsung. Karena mayoritas ulama menjelaskan bahwa penyembelihan qurban masih boleh dilakukan hingga akhir hari tasyrik.
Rasulullah Saw bersabda:
كُلُّ أَيَّامِ التَّشْرِيقِ ذَبْحٌ
“Seluruh hari tasyrik adalah waktu penyembelihan.”
Maka siapa yang Allah lapangkan rezekinya pada hari-hari ini, jangan tunda untuk berqurban.
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah
Namun, tidak semua orang memiliki kemampuan untuk berqurban. Ada yang sangat ingin berqurban, tetapi penghasilannya terbatas. Ada yang masih memiliki tanggungan hutang. Ada pula yang harus lebih mendahulukan kebutuhan keluarganya.
Maka jangan sampai syaitan membuat seorang muslim merasa hina atau bersedih hati hanya karena belum mampu berqurban. Karena Allah Swt tidak membebani hamba-Nya di luar kemampuan. Allah Swt berfirman:
لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا
“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai kemampuannya.”
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah
Walaupun seseorang belum mampu berqurban hingga hari ini, bukan berarti ia kehilangan seluruh keberkahan hari-hari Dzulhijjah dan hari-hari tasyrik.
Terdapat sebuah kisah yang sangat indah dan menenangkan hati dari Abdullah bin Abbas (Ibnu Abbas) r.a., saudara sepupu Nabi sekaligus ulama besar di kalangan sahabat. Pada setiap tanggal 10 Dzulhijjah, jika beliau sedang tidak menyembelih qurban, beliau melakukan hal yang sangat sederhana namun sarat makna.
Disebutkan oleh Imam Ibnu Abi Syaibah dalam kitab Al-Mushannaf:
عَنْ عِكْرِمَةَ قَالَ: كَانَ ابْنُ عَبَّاسٍ يَبْعَثُنِي يَوْمَ الْأَضْحَى بِدِرْهَمَيْنِ أَشْتَرِي بِهِمَا لَحْمًا ، وَيَقُولُ : مَنْ لَقِيتَ فَقُلْ : هَذِهِ أُضْحِيَّةُ ابْنِ عَبَّاسٍ
Dari Ikrimah, ia berkata: “Ibnu Abbas pernah mengutusku pada hari raya Idul Adha dengan membawa uang dua dirham untuk membeli daging (di pasar). Beliau lalu berpesan kepadaku: ‘Siapa saja yang menemuimu, maka katakanlah kepadanya: Ini adalah qurbannya Ibnu Abbas!'”
Bahkan, Muazin kebanggaan Rasulullah, Bilal bin Rabah r.a., pernah memberikan pernyataan luar biasa agar kaum fakir miskin tidak merasa bersedih di hari raya. Diriwayatkan oleh Imam Abdurrazaq dalam Al-Mushannaf dan Imam Al-Baihaqi dalam Sunan Al-Kubra:
عَنْ سُوَيْدِ بْنِ غَفَلَةَ قَالَ: سَمِعْتُ بِلَالًا يَقُولُ: مَا أُبَالِي لَوْ ضَحَّيْتُ بِدِيكٍ
Dari Suwaid bin Ghaflah, ia berkata: “Aku mendengar Bilal berkata: Aku tidak peduli (tidak malu) seandainya aku hanya berqurban dengan seekor ayam jago (ayam jantan).“
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah
Para sahabat melakukan itu untuk memberikan edukasi dan kelonggaran kepada umat. Mereka ingin menunjukkan bahwa salah satu inti dari ibadah qurban adalah meluaskan rezeki dan menyenangkan keluarga dengan makan-makan yang halal.
Jika Anda tidak mampu membeli kambing seharga 3 juta rupiah, belilah daging sapi satu kilogram di pasar, atau sembelihlah ayam di rumah. Masaklah yang enak, hidangkan untuk istri dan anak-anak, lalu bergembiralah! Allah tidak menilai besarnya harga hewan yang kita sembelih, melainkan ketakwaan dan keikhlasan di dalam dada kita.
Allah berfirman:
لَنْ يَنَالَ اللَّهَ لُحُومُهَا وَلَا دِمَاؤُهَا وَلَٰكِنْ يَنَالُهُ التَّقْوَىٰ مِنْكُمْ
“Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya.” (QS. Al-Hajj: 37)
Maka barang siapa yang mampu berqurban, hendaknya ia berqurban selama masih berada di hari-hari tasyrik. Dan siapa yang hingga hari ini belum Allah mampukan untuk berqurban, maka jangan bersedih dan jangan putus dari pahala Allah. Mari, hidupkan hari-hari tasyrik dengan takbir, dzikir, sedekah, silaturahmi, memberi makan, dan amal-amal saleh lainnya. Semoga Allah menerima semua amal-amal kita. Amin.
بَارَكَ اللَّهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيمِ. أَقُولُ قَوْلِي هَذَا, فَاسْتَغْفِرُوهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ
~ الخطبة الثانية ~
اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الََّذِي هَدَانَا لِهَذَا وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِيَ لَوْلَا أَنْ هَدَانَا اللَّهُ. اَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ, وَاَشْهَدُ اَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اللّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَاَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا. امَّا بَعْدُ: فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ, اِتَّقُوا اللهَ فِيْمَا اَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى، وَاعْلَمُوْا اَنَّ اللهَ اَمَرَكُمْ بِاَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ, وَثَـنَى بِمَلآئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ, وَقَالَ تَعاَلَى: اِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى, يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرَسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ, وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ, اَبِى بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلِى, وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ, وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ, لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ, وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ, اَلْاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ. اَللَّهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ, وَاْلوَبَاءَ, وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ, وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ, مَاظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ, عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً, وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً, يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ
اللَّهُمَّ أَعِنَّا عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ. اللَّهُمَّ ارْزُقْنَا قُلُوبًا مُخْلِصَةً، وَأَعْمَالًا صَالِحَةً مُتَقَبَّلَةً. اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي أَرْزَاقِنَا، وَوَسِّعْ عَلَى الْفُقَرَاءِ وَالْمَسَاكِينِ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
عِبَادَ اللَّهِ، إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ
فَاذْكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ
