“Menjaga Lisan di Bulan Haram”
“Menjaga Lisan di Bulan Haram”
ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ ٱلَّذِي أَمَرَنَا بِحِفْظِ ٱللِّسَانِ، وَنَهَانَا عَنِ ٱلْبُهْتَانِ وَٱلْعُدْوَانِ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ عَبْدِكَ وَنَبِيِّكَ وَرَسُوْلِكَ النَّبِيِّ الْأُمِّيِّ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا بِقَدْرِ عَظَمَةِ ذَاتِكَ فِيْ كُلِّ وَقْتٍ وَحِيْنٍ. أَمَّا بَعْدُ، فَيَااَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، اِتَّقُوْااللهَ حَقَّ تُقَاتِه وَلاَتَمُوْتُنَّ اِلاَّ وَأَنْـتُمْ مُسْلِمُوْنَ
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah
Marilah kita tingkatkan ketakwaan kepada Allah dengan sebenar-benarnya takwa, terutama di bulan yang dimuliakan ini. Ingatlah bahwa setiap ucapan kita tidak akan pernah luput dari catatan malaikat, sebagaimana firman Allah,
مَا يَلْفِظُ مِنْ قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ
Tidaklah seseorang mengucapkan satu kata pun melainkan ada malaikat yang mencatatnya.
Kita saat ini berada di bulan Dzulqa’dah, salah satu dari bulan haram yang dimuliakan Allah Swt. Pada bulan ini, Allah memberikan peringatan yang sangat tegas dalam firman-Nya:
فَلَا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ
Maka janganlah kalian menzalimi diri kalian sendiri pada bulan-bulan tersebut. Kezaliman tidak hanya dengan tangan, tidak hanya dengan perbuatan, tetapi juga dengan lisan. Bahkan sering kali, kezaliman yang paling ringan dilakukan namun paling berat akibatnya adalah kezaliman melalui ucapan.
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah
Di zaman sekarang, lisan tidak hanya keluar dari mulut, tetapi juga mengalir dari jari-jari kita. Apa yang kita tulis, apa yang kita kirim, apa yang kita komentari di media sosial, semuanya akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah. Betapa banyak manusia yang ringan menyebarkan berita tanpa tabayyun, mudah menghina tanpa berpikir panjang, dan menjadikan ghibah sebagai kebiasaan harian.
Padahal Rasulullah Saw telah mengingatkan dalam sabdanya:
مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ
Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata baik atau diam.
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah
Para sahabat Nabi adalah generasi terbaik, namun mereka justru orang yang paling takut terhadap lisannya.
Abu Bakar Ash-Shiddiq radhiyallahu ‘anhu, seorang sahabat paling utama, pernah memegang lidahnya sendiri sambil berkata,
هَذَا الَّذِي أَوْرَدَنِي الْمَوَارِدَ
“Inilah yang akan menjerumuskanku ke dalam kebinasaan.”
Bayangkan, seorang yang dijamin kemuliaannya, masih takut terhadap lisannya. Lalu bagaimana dengan kita, yang lisannya sering lepas tanpa kendali?
Diceritakan seorang ulama besar bernama Hasan Al-Bashri, bahwa suatu ketika beliau mendengar seseorang sedang mengghibah dirinya. Apa yang beliau lakukan? Beliau tidak marah, tidak membalas, dan tidak mencaci.
Justru beliau mengirimkan hadiah kepada orang tersebut seraya berkata,
بَلَغَنِي أَنَّكَ أَهْدَيْتَ إِلَيَّ حَسَنَاتِكَ، فَأَرَدْتُ أَنْ أُكَافِئَكَ عَلَيْهَا
“Aku mendengar engkau telah menghadiahkan pahala untukku, maka aku ingin membalas kebaikanmu.”
Inilah akhlak orang-orang saleh, yang mampu menahan diri dan tidak terpancing oleh keburukan orang lain. Bandingkan dengan kondisi kita hari ini. Sedikit saja disinggung, langsung dibalas. Sedikit saja dikritik, langsung menyerang.
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah
Di zaman ini, dosa tidak lagi membutuhkan pertemuan. Cukup dengan satu ketikan, satu kiriman, satu komentar, maka dosa bisa menyebar ke mana-mana. Satu kalimat kasar bisa melukai banyak hati, satu berita bohong bisa merusak persaudaraan, dan semuanya akan kembali kepada diri kita.
Maka marilah kita menjadikan bulan Dzulqa’dah ini sebagai momentum untuk menjaga diri. Tahan lisan sebelum berbicara, tahan jari sebelum mengetik, dan tahan emosi sebelum membalas. Tanyakan kepada diri kita sebelum berkata: apakah ini benar, apakah ini perlu, dan apakah ini akan mendatangkan pahala? Jika tidak, maka diam adalah keselamatan.
Jangan sampai kita rajin beribadah, rajin shalat, rajin beramal, namun semua itu habis karena lisan kita sendiri. Karena bisa jadi pahala kita akan diberikan kepada orang-orang yang pernah kita sakiti.
بارَكَ اللَّهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيمِ. أَقُولُ قَوْلِي هَذَا, فَاسْتَغْفِرُوهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ
~ الخطبة الثانية ~
اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الََّذِي هَدَانَا لِهَذَا وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِيَ لَوْلَا أَنْ هَدَانَا اللَّهُ. اَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ, وَاَشْهَدُ اَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اللّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَاَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا. امَّا بَعْدُ: فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ, اِتَّقُوا اللهَ فِيْمَا اَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى، وَاعْلَمُوْا اَنَّ اللهَ اَمَرَكُمْ بِاَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ, وَثَـنَى بِمَلآئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ, وَقَالَ تَعاَلَى: اِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى, يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرَسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ, وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ, اَبِى بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلِى, وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ, وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ, لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ, وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ, اَلْاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ. اَللَّهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ, وَاْلوَبَاءَ, وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ, وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ, مَاظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ, عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً, وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً, يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا، وَكَفِّرْ عَنَّا سَيِّئَاتِنَا، اللَّهُمَّ أَصْلِحْ أَلْسِنَتَنَا، وَطَهِّرْ قُلُوبَنَا، اللَّهُمَّ جَنِّبْنَا الْغِيبَةَ وَالنَّمِيمَةَ وَالْفِتْنَةَ، اللَّهُمَّ اجْعَلْ كَلَامَنَا ذِكْرًا وَخَيْرًا، وَاجْعَلْ صَمْتَنَا فِكْرًا وَعِبَادَةً. اللَّهُمَّ اجْعَلْ بَلَدَنَا هَذَا آمِنًا مُطْمَئِنًّا، سَخَاءً رَخَاءً، وَسَائِرَ بِلَادِ الْمُسْلِمِينَ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
عِبَادَاللهِ, اِنَّ اللهَ يَأْمُرُنَا بِاْلعَدْلِ وَاْلاِحْسَانِ, وَإِيْتآءِ ذِى اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ, وَاْلبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ, وَاذْكُرُوااللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ, وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ, وَلَذِكْرُ اللهِ اَكْبَرْ
