“Kemuliaan Bekerja, Keadilan Pekerja”
“Kemuliaan Bekerja, Keadilan Pekerja”
أَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَمَرَ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ، وَنَهَىٰ عَنِ الظُّلْمِ وَالطُّغْيَانِ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ عَبْدِكَ وَنَبِيِّكَ وَرَسُوْلِكَ النَّبِيِّ الْأُمِّيِّ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا بِقَدْرِ عَظَمَةِ ذَاتِكَ فِيْ كُلِّ وَقْتٍ وَحِيْنٍ. أَمَّا بَعْدُ، فَيَااَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، اِتَّقُوْااللهَ حَقَّ تُقَاتِه وَلاَتَمُوْتُنَّ اِلاَّ وَأَنْـتُمْ مُسْلِمُوْنَ
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah
Marilah kita bertakwa kepada Allah dengan sebenar-benar takwa. Ketahuilah, bekerja dalam Islam bukan sekadar mencari nafkah, tetapi jalan meraih kemuliaan di sisi Allah; setiap tetes keringat yang halal adalah ibadah, setiap usaha yang jujur adalah kemuliaan. Namun ingat, kemuliaan itu akan runtuh jika keadilan diabaikan. Ketika hak pekerja ditahan, upah ditunda, dan jerih payah tidak dihargai. Maka takutlah kepada Allah, jadilah pekerja yang amanah dan pemberi kerja yang adil, karena setiap tenaga yang dikeluarkan akan menjadi saksi, dan setiap kezaliman akan menjadi tuntutan di hadapan Allah pada hari yang tidak ada lagi pembela selain amal kita.
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah
Pada hari ini, bertepatan dengan 1 Mei 2026, dunia memperingati Hari Buruh Internasional. Sebuah momentum yang mengingatkan kita tentang arti kerja, tentang arti nilai pengorbanan, dan tentang arti pentingnya keadilan dalam kehidupan.
Islam memandang kerja sebagai sesuatu yang mulia. Bekerja bukan hanya untuk mencari penghasilan, tetapi juga bentuk ibadah kepada Allah Swt.
Rasulullah Saw bersabda:
مَا أَكَلَ أَحَدٌ طَعَامًا قَطُّ، خَيْرًا مِنْ أَنْ يَأْكُلَ مِنْ عَمَلِ يَدِهِ
“Tidaklah seseorang memakan makanan yang lebih baik daripada hasil kerja tangannya sendiri.”
Maka, siapa pun kita, apakah itu buruh, petani, pedagang, guru, pegawai, selama bekerja dengan halal, jujur, dan amanah, maka kita berada dalam kemuliaan di sisi Allah.
Namun, kemuliaan kerja harus diiringi dengan keadilan dalam memperlakukan pekerja.
Allah pun melarang seseorang merugikan hak orang lain, sebagaimana dalam Quran Surah Asy-Syu‘ara ayat 183:
وَلَا تَبْخَسُوا ٱلنَّاسَ أَشْيَاءَهُمْ وَلَا تَعْثَوْا فِي ٱلْأَرْضِ مُفْسِدِينَ
“Dan janganlah kalian merugikan manusia pada hak-haknya, dan janganlah kalian membuat kerusakan di bumi.”
Rasulullah Saw juga bersabda:
أَعْطُوا الْأَجِيرَ أَجْرَهُ قَبْلَ أَنْ يَجِفَّ عَرَقُهُ
“Berikanlah upah pekerja sebelum kering keringatnya.”
Dua hal tersebut adalah pesan yang sangat tegas. Bahwa menunda gaji, mengurangi hak, atau memperlakukan pekerja dengan tidak adil adalah bentuk kezaliman yang besar.
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah
Dikisahkan, suatu malam, Khalifah Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu berkeliling memantau keadaan rakyatnya. Beliau melihat seorang pekerja yang kelelahan, memikul beban berat dalam keadaan lapar. Tanpa ragu, beliau mendekat dan membantu memikul beban itu. Maka terlihatlah sosok seorang pemimpin besar yang mau membantu seorang pekerja kecil.
Beliau berkata:
كَيْفَ أَكُونُ أَمِيرًا عَلَيْهِمْ وَلَا أَشْعُرُ بِمَعَانَاتِهِمْ؟
“Bagaimana aku bisa disebut pemimpin, jika aku tidak merasakan penderitaan rakyatku?”
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah
Mari jadikan momentum Hari Buruh ini menjadi bahan muhasabah bagi kita semua.
Jika kita seorang pekerja, tingkatkan kejujuran dan tanggung jawab. Jika kita seorang pemimpin atau pemberi kerja, tegakkan keadilan dan hilangkan kezaliman. Jika kita bagian dari Masyarakat, bangun kepedulian dan saling menghargai.
Karena, keadilan akan membawa keberkahan, dan kezaliman akan mendatangkan kehancuran.
إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالإِحْسَانِ
“Sesungguhnya Allah memerintahkan berlaku adil dan berbuat ihsan.”
بارَكَ اللَّهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيمِ. أَقُولُ قَوْلِي هَذَا, فَاسْتَغْفِرُوهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ
~ الخطبة الثانية ~
اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الََّذِي هَدَانَا لِهَذَا وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِيَ لَوْلَا أَنْ هَدَانَا اللَّهُ. اَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ, وَاَشْهَدُ اَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اللّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَاَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا. امَّا بَعْدُ: فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ, اِتَّقُوا اللهَ فِيْمَا اَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى، وَاعْلَمُوْا اَنَّ اللهَ اَمَرَكُمْ بِاَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ, وَثَـنَى بِمَلآئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ, وَقَالَ تَعاَلَى: اِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى, يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرَسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ, وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ, اَبِى بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلِى, وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ, وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ, لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ, وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ, اَلْاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ. اَللَّهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ, وَاْلوَبَاءَ, وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ, وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ, مَاظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ, عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً, وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً, يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ
اللَّهُمَّ اجْعَلْ بَلَدَنَا هَذَا آمِنًا مُطْمَئِنًّا، سَخَاءً رَخَاءً، وَسَائِرَ بِلَادِ الْمُسْلِمِينَ. اللَّهُمَّ أَصْلِحْ وُلَاةَ أُمُورِنَا، وَارْزُقْهُمُ الْعَدْلَ وَالْأَمَانَةَ. اللَّهُمَّ بَارِكْ فِي أَرْزَاقِنَا، وَوَفِّقْنَا لِلْعَمَلِ الْحَلَالِ، وَجَنِّبْنَا الظُّلْمَ وَالْحَرَامَ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
عِبَادَاللهِ, اِنَّ اللهَ يَأْمُرُنَا بِاْلعَدْلِ وَاْلاِحْسَانِ, وَإِيْتآءِ ذِى اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ, وَاْلبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ, وَاذْكُرُوااللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ, وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ, وَلَذِكْرُ اللهِ اَكْبَرْ
