Kesungguhan Ibadah di Akhir Ramadhan
Kesungguhan Ibadah di Akhir Ramadhan
اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي جَعَلَ شَهْرَ رَمَضَانَ مَوْسِمًا لِلطَّاعَةِ وَالْغُفْرَانِ، وَفَتَحَ فِيهِ أَبْوَابَ الرَّحْمَةِ وَالرِّضْوَانِ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ عَبْدِكَ وَنَبِيِّكَ وَرَسُوْلِكَ النَّبِيِّ الْأُمِّيِّ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا بِقَدْرِ عَظَمَةِ ذَاتِكَ فِيْ كُلِّ وَقْتٍ وَحِيْنٍ. أَمَّا بَعْدُ، فَيَااَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، اِتَّقُوْااللهَ حَقَّ تُقَاتِه وَلاَتَمُوْتُنَّ اِلاَّ وَأَنـْتُمْ مُسْلِمُوْنَ
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah
Marilah kita tingkatkan ketakwaan kepada Allah Swt. dengan sebenar-benar takwa, karena ketakwaan itulah tujuan utama dari berpuasa, sebagaimana firman Allah:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS. Al Baqarah: 183)
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah
Kini kita telah memasuki sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan, hari-hari yang sangat mulia dan penuh rahmat. Pada hari-hari inilah Rasulullah Saw semakin bersungguh-sungguh dalam beribadah.
إِذَا دَخَلَ الْعَشْرُ الْأَوَاخِرُ مِنْ رَمَضَانَ أَحْيَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اللَّيْلَ، وَأَيْقَظَ أَهْلَهُ، وَشَدَّ مِئْزَرَهُ
“Apabila telah masuk sepuluh malam terakhir Ramadhan, Rasulullah Saw menghidupkan malamnya, membangunkan keluarganya, dan mengencangkan ikat pinggangnya.”
Para ulama menjelaskan bahwa dalam hadits ini terdapat tiga tanda kesungguhan Rasulullah Saw pada sepuluh malam terakhir Ramadhan.
Pertama, أَحْيَا اللَّيْلَ – Rasulullah menghidupkan malam.
Maksudnya, beliau memperbanyak ibadah pada malam hari: shalat malam, membaca Al-Qur’an, berzikir, berdoa, dan bermunajat kepada Allah. Malam yang biasanya digunakan untuk beristirahat, justru beliau isi dengan ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah.
Padahal Rasulullah Saw adalah manusia yang telah diampuni dosanya. Namun beliau tetap bersungguh-sungguh dalam ibadah. Ketika ditanya mengapa beliau beribadah begitu tekun, beliau bersabda:
أَفَلَا أَكُونُ عَبْدًا شَكُورًا
“Tidakkah aku ingin menjadi hamba yang bersyukur?”
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah
Kedua, أَيْقَظَ أَهْلَهُ – membangunkan keluarganya.
Ini menunjukkan bahwa ibadah tidak hanya untuk diri sendiri. Rasulullah Saw juga mengajak keluarganya untuk meraih keberkahan Ramadhan, agar mereka tidak kehilangan kesempatan mendapatkan Lailatul Qadar.
Dari sini kita belajar bahwa seorang muslim tidak cukup hanya memperbaiki dirinya, tetapi juga mengajak keluarganya menuju kebaikan. Suami mengingatkan istri, orang tua membangunkan anak-anaknya, agar bersama-sama menghidupkan malam Ramadhan dengan ibadah.
Karena keluarga yang baik adalah keluarga yang saling mengingatkan dalam kebaikan, terutama pada malam-malam yang penuh rahmat dan ampunan ini.
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah
Ketiga, شَدَّ مِئْزَرَهُ – mengencangkan ikat pinggangnya.
Para ulama seperti Yahya ibn Sharaf an-Nawawi menjelaskan bahwa kalimat ini adalah kiasan dari kesungguhan yang luar biasa dalam beribadah, dan juga bermakna menjauhi hal-hal yang melalaikan, agar seluruh perhatian tertuju pada ibadah kepada Allah.
Artinya, ketika memasuki sepuluh malam terakhir Ramadhan, Rasulullah Saw benar-benar memusatkan diri untuk beribadah. Waktu, tenaga, dan perhatian beliau digunakan untuk mendekatkan diri kepada Allah, karena pada malam-malam inilah terdapat Lailatul Qadar, malam yang lebih baik dari seribu bulan.
Dari sini kita belajar bahwa sepuluh malam terakhir Ramadhan bukan waktu untuk bermalas-malasan, tetapi waktu untuk lebih bersungguh-sungguh dalam ibadah, agar kita tidak menyesal ketika Ramadhan telah berlalu.
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah
Semoga Allah menerima puasa dan ibadah kita, mengampuni dosa-dosa kita, dan mempertemukan kita dengan Lailatul Qadar. Aamiin.
بارَكَ اللَّهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيمِ. أَقُولُ قَوْلِي هَذَا, فَاسْتَغْفِرُوهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ
~ الخطبة الثانية ~
اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الََّذِي هَدَانَا لِهَذَا وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِيَ لَوْلَا أَنْ هَدَانَا اللَّهُ. اَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ, وَاَشْهَدُ اَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اللّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَاَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا. امَّا بَعْدُ: فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ, اِتَّقُوا اللهَ فِيْمَا اَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى، وَاعْلَمُوْا اَنَّ اللهَ اَمَرَكُمْ بِاَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ, وَثَـنَى بِمَلآئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ, وَقَالَ تَعاَلَى: اِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى, يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرَسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ, وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ, اَبِى بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلِى, وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ, وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ, لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ, وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ, اَلْاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ. اَللَّهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ, وَاْلوَبَاءَ, وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ, وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ, مَاظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ, عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً, وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً, يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ
اللَّهُمَّ تَقَبَّلْ صِيَامَنَا وَقِيَامَنَا، وَتَقَبَّلْ رُكُوعَنَا وَسُجُودَنَا، اللَّهُمَّ بَلِّغْنَا لَيْلَةَ الْقَدْرِ، وَاجْعَلْنَا فِيهَا مِنَ الْمَقْبُولِينَ. اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا مَا تَقَدَّمَ مِنْهَا وَمَا تَأَخَّرَ، وَمَا أَسْرَرْنَا وَمَا أَعْلَنَّا، وَمَا أَنْتَ أَعْلَمُ بِهِ مِنَّا
اللَّهُمَّ أَصْلِحْ قُلُوبَنَا، وَطَهِّرْ نُفُوسَنَا، وَاجْعَلْنَا مِنْ عِبَادِكَ الصَّالِحِينَ. اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ كَرِيمٌ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنّاَ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. عِبَادَاللهِ, اِنَّ اللهَ يَأْمُرُنَا بِاْلعَدْلِ وَاْلاِحْسَانِ, وَإِيْتآءِ ذِى اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ, وَاْلبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ, وَاذْكُرُوااللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ, وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ, وَلَذِكْرُ اللهِ اَكْبَرْ

Komentar menunggu moderasi admin.
clozaril medication
clozaril medication
Komentar menunggu moderasi admin.
doxycycline monohydrate 100mg caps
doxycycline monohydrate 100mg caps
Komentar menunggu moderasi admin.
prevacid 30 mg tablet
prevacid 30 mg tablet
Komentar menunggu moderasi admin.
vardenafil hydrochloride
vardenafil hydrochloride