Sya’ban, Gerbang Kerinduan Menuju Ramadhan - PCNU Kutai Timur
  • Website Resmi PCNU Kutai Timur | Berita • Kajian Kitab • Khutbah Jumat • Kegiatan Lembaga & Banom |
Sabtu, 4 April 2026

Sya’ban, Gerbang Kerinduan Menuju Ramadhan

Sya’ban, Gerbang Kerinduan Menuju Ramadhan
Bagikan

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَظْهَرَ فَضْلَ شَعْبَانَ، وَجَعَلَهُ مَقْدِمَةً لِرَمَضَانَ، فِيهِ تُرْفَعُ الأَعْمَالُ إِلَى الرَّحْمٰنِ، وَفِيهِ يَتَزَوَّدُ الْعِبَادُ لِلْغُفْرَانِ وَالرِّضْوَانِ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ عَبْدِكَ وَنَبِيِّكَ وَرَسُوْلِكَ النَّبِيِّ الْأُمِّيِّ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا بِقَدْرِ عَظَمَةِ ذَاتِكَ فِيْ كُلِّ وَقْتٍ وَحِيْنٍ. أَمَّا بَعْدُ، فَيَااَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، اِتَّقُوْااللهَ حَقَّ تُقَاتِه وَلاَتَمُوْتُنَّ اِلاَّ وَأَنـْتُمْ مُسْلِمُوْنَ

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah

Marilah kita bersama-sama senantiasa meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah SWT, dengan cara berusaha menjalankan semua perintah Allah dan berusaha menjauhi larangan-larangan Nya. Karena ketakwaan adalah bekal terbaik, baik di dunia maupun di akhirat.

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah

Hari ini, tanpa kita sadari, kita telah menginjakkan kaki di serambi sebuah bulan yang agung. Ia adalah Bulan Sya’ban. Jika Rajab adalah bulan menanam, maka Sya’ban adalah bulan menyiram, agar kelak di bulan Ramadhan kita bisa memanen pahala dengan riang gembira.

Banyak di antara kita yang menganggap Sya’ban hanyalah “bulan transit” atau bulan istirahat sebelum berperang di bulan Ramadhan. Namun, tahukah kita apa kata Rasulullah Saw tentang bulan ini? Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam An-Nasa’i, Usamah bin Zaid bertanya kepada Nabi: “Wahai Rasulullah, aku tidak melihatmu berpuasa di bulan-bulan lain sebanyak engkau berpuasa di bulan Sya’ban?”

Rasulullah Saw menjawab dengan kalimat yang sangat dalam:

ذَلِكَ شَهْرٌ يَغْفُلُ النَّاسُ عَنْهُ بَيْنَ رَجَبٍ وَرَمَضَانَ، وَهُوَ شَهْرٌ تُرْفَعُ فِيهِ الْأَعْمَالُ إِلَى رَبِّ الْعَالَمِينَ، فَأُحِبُّ أَنْ يُرْفَعَ عَمَلِي وَأَنَا صَائِمٌ

Itulah bulan yang manusia lalai darinya, antara Rajab dan Ramadhan. Ia adalah bulan di mana amal-amal diangkat ke hadapan Rabb semesta alam, dan aku ingin amalku diangkat saat aku sedang berpuasa.”

Rasulullah Saw menyebut kata “Lalai”. Mengapa? Karena letaknya yang terapit dua bulan besar (Rajab yang haram dan Ramadhan yang suci) membuat perhatian manusia teralihkan. Di sinilah letak ujian cinta kita. Beribadah di saat orang lain lalai memiliki nilai yang sangat istimewa di mata Allah. Ibarat seseorang yang tetap terjaga menjaga rumah saat seluruh penduduk desa tertidur lelap, begitulah posisi hamba yang menghidupkan Sya’ban.

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah

Para ulama salaf terdahulu memperlakukan Sya’ban dengan luar biasa. Ibnu Rajab Al-Hanbali menyebutkan bahwa ketika masuk bulan Sya’ban, para sahabat dan tabi’in seperti Amr bin Qais akan menutup tokonya. Beliau memfokuskan diri hanya untuk membaca Al-Qur’an.

Mereka berkata: “Sya’ban adalah bulannya para pembaca Al-Qur’an.”

Bayangkan, mereka tidak menunggu Ramadhan untuk menyentuh mushaf. Mereka tidak menunggu adzan maghrib pertama Ramadhan untuk mulai bertaubat. Mereka menghangatkan mesin keimanan mereka sejak Sya’ban, agar ketika Ramadhan tiba, hati mereka sudah lunak, mata mereka sudah mudah menangis, dan lisan mereka sudah basah dengan dzikir.

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah

Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Hasyr ayat 18:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ

“Wahai orang-orang yang beriman! Bertaqwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat)…”

Jangan biarkan Sya’ban berlalu seperti angin yang lewat tanpa bekas. Mari kita mulai dari hari ini. Sedikit puasa sunnah, beberapa lembar Al-Qur’an, dan bangunlah di sepertiga malam meski hanya untuk dua rakaat. Katakan pada diri kita: “Mungkin ini Sya’ban terakhirku, dan mungkin aku tak sampai ke Ramadhan nanti.”

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah

Sebagai penutup, mari kita renungkan sebuah analogi indah dari Abu Bakar Al-Balkhi. Beliau berkata: “Bulan Rajab adalah angin, bulan Sya’ban adalah awan yang membawa hujan, dan bulan Ramadhan adalah hujannya.”

Bagaimana mungkin hujan akan turun jika tidak ada awan yang terkumpul? Bagaimana mungkin kita akan meraih manisnya Ramadhan jika kita membiarkan Sya’ban kering tanpa ibadah?

Maka, manfaatkanlah sisa hari di bulan ini untuk memperbaiki hubungan kita dengan Sang Pencipta dan sesama manusia. Jadikan setiap detik di bulan Sya’ban sebagai jembatan yang kokoh menuju kemenangan di bulan Ramadhan.

 بارَكَ اللَّهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيمِ. أَقُولُ قَوْلِي هَذَا, فَاسْتَغْفِرُوهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

~ الخطبة الثانية ~

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الََّذِي هَدَانَا لِهَذَا وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِيَ لَوْلَا أَنْ هَدَانَا اللَّهُ. اَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ, وَاَشْهَدُ اَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اللّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَاَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا. امَّا بَعْدُ: فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ, اِتَّقُوا اللهَ فِيْمَا اَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى، وَاعْلَمُوْا اَنَّ اللهَ اَمَرَكُمْ بِاَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ, وَثَـنَى بِمَلآئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ, وَقَالَ تَعاَلَى: اِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى, يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرَسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ, وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ, اَبِى بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلِى, وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ, وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ, لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ, وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ, اَلْاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ. اَللَّهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ, وَاْلوَبَاءَ, وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ, وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ, مَاظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ, عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً, وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً, يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ

اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي شَهْرِ شَعْبَانَ، وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ شَهْرَ الْمَغْفِرَةِ وَالرِّضْوَانِ. اللَّهُمَّ لَيِّنْ قُلُوبَنَا الْقَاسِيَةَ، وَاغْسِلْ ذُنُوبَنَا بِدُمُوعِ التَّوْبَةِ فِي هَذَا الشَّهْرِ الْكَرِيمِ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. عِبَادَاللهِ, اِنَّ اللهَ يَأْمُرُنَا بِاْلعَدْلِ وَاْلاِحْسَانِ, وَإِيْتآءِ ذِى اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ, وَاْلبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ, وَاذْكُرُوااللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ, وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ, وَلَذِكْرُ اللهِ اَكْبَرْ

SebelumnyaKesadaran WudhuSesudahnyaSya’ban, Bulan Harapan dan Ampunan
Tidak ada komentar

Tulis komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PCNU Kutai Timur
Jl. AW. Syahranie Sangatta
Luas Tanah16.000 m2
Status LokasiMILIK NU