“Belajar Sabar dan Tawakal di Tengah Gejolak Dunia”
“Belajar Sabar dan Tawakal di Tengah Gejolak Dunia”
ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ، وَنَسْتَعِينُهُ، وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا، وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ عَبْدِكَ وَنَبِيِّكَ وَرَسُوْلِكَ النَّبِيِّ الْأُمِّيِّ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا بِقَدْرِ عَظَمَةِ ذَاتِكَ فِيْ كُلِّ وَقْتٍ وَحِيْنٍ. أَمَّا بَعْدُ، فَيَااَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، اِتَّقُوْااللهَ حَقَّ تُقَاتِه وَلاَتَمُوْتُنَّ اِلاَّ وَأَنْـتُمْ مُسْلِمُوْنَ
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah
Marilah kita tingkatkan ketakwaan kepada Allah Swt dengan sebenar-benar takwa. Takwa bukan hanya saat lapang, tetapi justru saat sempit, saat diuji dengan kesulitan hidup.
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah
Hari-hari ini kita merasakan tekanan yang nyata dalam kehidupan. Harga kebutuhan pokok perlahan naik, biaya hidup semakin berat, dan banyak di antara kita mulai merasa cemas menghadapi hari-hari ke depan. Apa yang kita rasakan ini bukanlah peristiwa yang berdiri sendiri, tetapi bagian dari gejolak dunia yang lebih luas.
Konflik dan peperangan di berbagai belahan dunia telah mengganggu kestabilan ekonomi global, terutama dalam sektor energi. Ketika harga energi naik, maka dampaknya menjalar ke mana-mana, hingga akhirnya sampai ke dapur rumah tangga kita.
Namun, sebagai orang beriman, kita tidak hanya melihat sebab-sebab dunia semata. Kita meyakini bahwa di balik setiap peristiwa ada kehendak Allah Swt yang mengatur segalanya. Tidak ada satu pun kejadian yang luput dari ketetapan-Nya.
Allah Swt berfirman:
وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِّنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِّنَ الْأَمْوَالِ وَالْأَنفُسِ وَالثَّمَرَاتِ ۗ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ
“Dan sungguh Kami akan menguji kalian dengan sedikit rasa takut, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan berikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Baqarah: 155)
Ayat ini seakan berbicara langsung kepada kondisi kita hari ini. Rasa khawatir, kesulitan ekonomi, berkurangnya harta, semua itu adalah bagian dari ujian. Dan Allah telah menyiapkan kabar gembira bagi orang-orang yang mampu bersabar.
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah
Dalam sejarah umat ini, kesulitan ekonomi bukanlah hal yang baru. Bahkan generasi terbaik, para sahabat Rasulullah Saw, pernah merasakan keadaan yang jauh lebih berat.
Diriwayatkan bahwa sahabat Nabi Muhammad Saw, yaitu Abu Hurairah r.a., pernah menahan lapar yang sangat hebat. Sampai-sampai beliau mengikatkan batu di perutnya untuk menahan rasa lapar. Namun dalam kondisi seperti itu, beliau tidak meninggalkan majelis ilmu, tidak berputus asa, dan tidak mengeluh berlebihan. Hatinya tetap bergantung kepada Allah. Dan lihatlah, Allah kemudian mengangkat derajatnya menjadi sahabat yang paling banyak meriwayatkan hadits Rasulullah Saw.
Inilah pelajaran besar bagi kita. Bahwa kesulitan hidup tidak akan merendahkan seseorang selama ia tetap menjaga imannya. Justru kesulitan itulah yang bisa mengangkat derajatnya di sisi Allah.
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah
Di tengah naiknya harga dan beratnya kehidupan, kita harus belajar menata hati. Jangan sampai kesulitan dunia membuat kita lalai dari Allah. Jangan sampai tekanan ekonomi membuat kita menghalalkan segala cara. Dan jangan sampai kita lebih sibuk mengeluh daripada bersyukur.
Rasulullah Saw bersabda:
اُنْظُرُوا إِلَى مَنْ هُوَ أَسْفَلَ مِنْكُمْ، وَلَا تَنْظُرُوا إِلَى مَنْ هُوَ فَوْقَكُمْ، فَهُوَ أَجْدَرُ أَلَّا تَزْدَرُوا نِعْمَةَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ
“Lihatlah orang yang berada di bawah kalian, dan jangan melihat orang yang berada di atas kalian. Itu lebih pantas agar kalian tidak meremehkan nikmat Allah.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Jika kita melihat ke bawah, kita akan sadar bahwa masih banyak orang yang keadaannya lebih sulit daripada kita. Dan itu akan menumbuhkan rasa syukur dalam hati.
Selain itu, kita juga harus yakin bahwa rezeki telah diatur oleh Allah. Tidak akan tertukar, tidak akan salah alamat.
لَوْ أَنَّكُمْ تَوَكَّلُونَ عَلَى اللَّهِ حَقَّ تَوَكُّلِهِ، لَرَزَقَكُمْ كَمَا يَرْزُقُ الطَّيْرَ، تَغْدُو خِمَاصًا وَتَرُوحُ بِطَانًا
“Seandainya kalian bertawakal kepada Allah dengan sebenar-benar tawakal, niscaya kalian akan diberi rezeki sebagaimana burung diberi rezeki; ia pergi pagi dalam keadaan lapar dan pulang dalam keadaan kenyang.” (HR. Tirmidzi)
Burung tidak memiliki simpanan, tidak memiliki jaminan, tetapi ia memiliki keyakinan. Ia keluar setiap pagi dengan usaha dan tawakal, lalu Allah cukupkan kebutuhannya.
Maka kita pun demikian. Berikhtiar dengan sungguh-sungguh, namun hati tetap bergantung kepada Allah.
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah
Marilah kita jadikan kondisi saat ini sebagai momentum untuk memperbaiki diri. Ketika hidup terasa sempit, itu saatnya kita mendekat kepada Allah. Ketika rezeki terasa berat, itu saatnya kita memperbanyak istighfar, sedekah, dan doa.
Jangan lupa, di tengah kesulitan ini, masih banyak saudara kita yang lebih membutuhkan. Jangan sampai kita menutup pintu kepedulian. Justru dalam kondisi seperti inilah nilai keimanan kita diuji, apakah kita masih mau berbagi, atau justru semakin kikir.
Semoga Allah Swt menjadikan kita hamba-hamba yang sabar, yang kuat menghadapi ujian, dan yang tetap istiqamah dalam ketaatan. Aamiin.
بارَكَ اللَّهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيمِ. أَقُولُ قَوْلِي هَذَا, فَاسْتَغْفِرُوهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ
~ الخطبة الثانية ~
اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الََّذِي هَدَانَا لِهَذَا وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِيَ لَوْلَا أَنْ هَدَانَا اللَّهُ. اَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ, وَاَشْهَدُ اَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اللّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَاَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا. امَّا بَعْدُ: فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ, اِتَّقُوا اللهَ فِيْمَا اَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى، وَاعْلَمُوْا اَنَّ اللهَ اَمَرَكُمْ بِاَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ, وَثَـنَى بِمَلآئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ, وَقَالَ تَعاَلَى: اِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى, يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرَسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ, وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ, اَبِى بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلِى, وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ, وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ, لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ, وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ, اَلْاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ. اَللَّهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ, وَاْلوَبَاءَ, وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ, وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ, مَاظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ, عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً, وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً, يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ
اللَّهُمَّ اكْفِنَا بِحَلَالِكَ عَنْ حَرَامِكَ، وَأَغْنِنَا بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ. اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي أَرْزَاقِنَا، وَاصْرِفْ عَنَّا الْغَلَاءَ وَالْبَلَاءَ. اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا مِنَ الصَّابِرِينَ الشَّاكِرِينَ، وَاجْعَلْنَا مِنَ الْمُتَوَكِّلِينَ عَلَيْكَ حَقَّ تَوَكُّلٍ يَا رَبَّنَا. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
عِبَادَاللهِ, اِنَّ اللهَ يَأْمُرُنَا بِاْلعَدْلِ وَاْلاِحْسَانِ, وَإِيْتآءِ ذِى اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ, وَاْلبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ, وَاذْكُرُوااللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ, وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ, وَلَذِكْرُ اللهِ اَكْبَرْ
